Suasana di Lanud Halim Perdanakusuma pagi itu cukup ramai. Di tengah aktivitas rutin pangkalan udara, terlihat sekelompok mahasiswa berseragam rapi bersiap untuk sebuah misi khusus. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, hadir langsung untuk melepas keberangkatan mereka pada Kamis, 15 Januari 2026.
Ini bukan kali pertama BPS melakukan hal serupa. Sebelumnya, tepatnya sehari sebelumnya, rombongan pertama yang juga berjumlah 120 mahasiswa telah diberangkatkan. Jadi, total sudah 240 dari 510 mahasiswa Polstat STIS yang diterbangkan menggunakan pesawat Hercules menuju daerah bencana di Sumatera.
"Hari ini kami memberangkatkan 120 mahasiswa dan mahasiswi ke Aceh, lalu lanjut ke Sumatera Utara," jelas Amalia di lokasi.
Ia menambahkan, "Nah, ini jadi secara total dari 510 mahasiswa-mahasiswi Politeknik Statistika STIS yang diberangkatkan dengan Hercules itu 240 secara total."
Tugas mereka di lapangan nanti jauh lebih dari sekadar praktik kerja lapangan biasa. Menurut Amalia, mereka punya peran strategis: mendata kondisi riil pascabencana. Data yang mereka kumpulkan nantinya bakal jadi bahan pertimbangan penting untuk kebijakan pemulihan.
"Mereka menjalankan tugas negara, dan mereka menjalankan tugas mulia," ujar Amalia.
"Data yang mereka kumpulkan ini akan menjadi input dan basis yang luar biasa dalam rangka nanti Satgas bisa melakukan intervensi kebijakan yang lebih tepat," lanjutnya.
Artikel Terkait
Bangkit! Seruan Tito Karnavian Pecah di Rapat Pemulihan Sumatera
Donat Ayam Klungkung hingga Klepon Mochi: Dough Darlings dari Bali Hadir Sementara di Jakarta
Pertamina Pacu UMKM Pangan Naik Kelas Lewat Program Aggregator
Menhut Usulkan Tambah 21 Ribu Polhut untuk Kawal Hutan Indonesia