Hercules Angkut 240 Mahasiswa STIS ke Medan Bencana Sumatera

- Kamis, 15 Januari 2026 | 15:15 WIB
Hercules Angkut 240 Mahasiswa STIS ke Medan Bencana Sumatera

Suasana di Lanud Halim Perdanakusuma pagi itu cukup ramai. Di tengah aktivitas rutin pangkalan udara, terlihat sekelompok mahasiswa berseragam rapi bersiap untuk sebuah misi khusus. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, hadir langsung untuk melepas keberangkatan mereka pada Kamis, 15 Januari 2026.

Ini bukan kali pertama BPS melakukan hal serupa. Sebelumnya, tepatnya sehari sebelumnya, rombongan pertama yang juga berjumlah 120 mahasiswa telah diberangkatkan. Jadi, total sudah 240 dari 510 mahasiswa Polstat STIS yang diterbangkan menggunakan pesawat Hercules menuju daerah bencana di Sumatera.

"Hari ini kami memberangkatkan 120 mahasiswa dan mahasiswi ke Aceh, lalu lanjut ke Sumatera Utara," jelas Amalia di lokasi.

Ia menambahkan, "Nah, ini jadi secara total dari 510 mahasiswa-mahasiswi Politeknik Statistika STIS yang diberangkatkan dengan Hercules itu 240 secara total."

Tugas mereka di lapangan nanti jauh lebih dari sekadar praktik kerja lapangan biasa. Menurut Amalia, mereka punya peran strategis: mendata kondisi riil pascabencana. Data yang mereka kumpulkan nantinya bakal jadi bahan pertimbangan penting untuk kebijakan pemulihan.

"Mereka menjalankan tugas negara, dan mereka menjalankan tugas mulia," ujar Amalia.

"Data yang mereka kumpulkan ini akan menjadi input dan basis yang luar biasa dalam rangka nanti Satgas bisa melakukan intervensi kebijakan yang lebih tepat," lanjutnya.

Wilayah operasi mereka tersebar di 15 kabupaten dan kota yang paling parah terdampak. Daerah seperti Aceh Tengah, Medan, Pidie Jaya, hingga Aceh Tamiang akan didatangi. Tentunya, mereka tidak dilepas begitu saja. Persiapan intensif dilakukan selama dua hari penuh, Senin dan Selasa, sebelum akhirnya diberangkatkan pada Rabu dan Kamis.

Amalia juga berpesan keras soal keselamatan. Di samping itu, profesionalisme dan integritas harus dijaga selama berinteraksi dengan masyarakat yang sedang terdampak.

"Kemudian juga mereka harus tetap menjaga kesopanan waktu menghadapi masyarakat," tegasnya.

Di sisi lain, dukungan logistik dari TNI AU dipastikan lancar. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi, menyatakan kesiapannya. Mereka tak hanya mengangkut barang bantuan, tapi juga memfasilitasi pergerakan tenaga relawan ke daerah yang membutuhkan.

"Saat ini kita dengan senang hati turut serta membantu," kata Erwin.

"Karena di sana pun tidak hanya barang saja yang dibutuhkan, namun tenaga manusia pun sangat dibutuhkan," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar