Bulan depan, di konferensi pengembang GTC di San Jose, Nvidia dikabarkan akan meluncurkan platform chip baru. Tujuannya jelas: mendongkrak kecepatan pemrosesan kecerdasan artifisial. Kabar ini pertama kali muncul di The Wall Street Journal, yang mengutip sejumlah sumber dekat dengan rencana tersebut.
Menariknya, platform baru ini disebut-sebut akan memadukan teknologi chip dari startup bernama Groq. Namun begitu, laporan ini belum bisa dikonfirmasi secara independen oleh Reuters. Sampai berita ini diturunkan, baik Nvidia maupun OpenAI memilih untuk tidak berkomentar.
Latar belakangnya, ada rasa kurang puas dari pihak OpenAI. Menurut laporan Reuters sebelumnya, kecepatan perangkat keras Nvidia dianggap belum optimal untuk beberapa tugas spesifik ChatGPT. Misalnya, dalam pengembangan perangkat lunak atau saat sistem AI harus berinteraksi dengan software lain.
Kebutuhan itulah yang konon mendorong pencarian solusi baru. Sebuah sumber menyebut, perangkat keras yang sedang dikembangkan ini diharapkan bisa memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan komputasi inferensi OpenAI ke depannya. Angka yang tidak kecil.
Artikel Terkait
Imsak Jakarta 2 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Gubernur DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Normal 2024-2025
Kevin Diks Cetak Gol Penalti Akhir, Bawa Gladbach Hentikan Tren Buruk
Iran Klaim Tewaskan Enam Agen CIA dan Ratusan Personel AS dalam Serangan Balasan