Di sisi lain, pertemuan itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung. Dari sudut pandangnya, diskusi menyentuh hal teknis seperti tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. "Iya, terkait impor energi yang akan dilaksanakan oleh Pertamina," jelas Yuliot.
Tak cuma itu, KPK juga memberikan pesan khusus untuk kementeriannya. Poin pentingnya adalah tentang standarisasi.
"Kami diminta untuk menetapkan standar yang jelas untuk produk impor," kata dia menegaskan. Hal ini tentu menjadi catatan krusial, mengingat kerap munculnya kekhawatiran soal kualitas barang yang masuk dari luar negeri.
Pertemuan ini, meski terkesan rutin, menyimpan bobot penting. Dua proyek besar dengan nilai fantastis tentu butuh pengawasan ekstra. Kehadiran KPK di tahap awal penyusunan regulasi setidaknya memberi sinyal, upaya pencegahan korupsi mulai dijalankan dari hulu.
Artikel Terkait
Justin Hubner Akui Gaya Mainnya Terlalu Inggris untuk Eredivisie
Serikat Guru AS Tinggalkan X, Protes Konten AI Seksual yang Mengerikan
Pemerintah Izinkan Impor BBM Swasta, Kuota Masih Dihitung
Permata Bank dan JAL Gelar Pameran Perjalanan, Tiket ke Jepang Diskon hingga Rp14 Juta