Di sisi lain, pertemuan itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung. Dari sudut pandangnya, diskusi menyentuh hal teknis seperti tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. "Iya, terkait impor energi yang akan dilaksanakan oleh Pertamina," jelas Yuliot.
Tak cuma itu, KPK juga memberikan pesan khusus untuk kementeriannya. Poin pentingnya adalah tentang standarisasi.
"Kami diminta untuk menetapkan standar yang jelas untuk produk impor," kata dia menegaskan. Hal ini tentu menjadi catatan krusial, mengingat kerap munculnya kekhawatiran soal kualitas barang yang masuk dari luar negeri.
Pertemuan ini, meski terkesan rutin, menyimpan bobot penting. Dua proyek besar dengan nilai fantastis tentu butuh pengawasan ekstra. Kehadiran KPK di tahap awal penyusunan regulasi setidaknya memberi sinyal, upaya pencegahan korupsi mulai dijalankan dari hulu.
Artikel Terkait
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei