Rabu (14/1/2026) lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan pers tahunannya. Dalam kesempatan itu, ia melukiskan gambaran suram tentang kondisi geopolitik dunia. Menurutnya, kita semua kini hidup dalam sebuah "ruang abu-abu" yang berbahaya.
Batasan antara perdamaian dan konflik, kata dia, sudah semakin bias. Bahkan, tata kelola global yang ada saat ini dinilai tak lagi cukup untuk menjaga stabilitas.
"Saat ini kita hidup di ruang abu-abu yang berbahaya, di mana batas antara perdamaian dan perang tidak tegas dan tanpa celah untuk salah membaca situasi,"
Demikian penegasan Menlu di hadapan publik.
Ia pun mengajak kita menengok ke belakang, ke sejarah runtuhnya Liga Bangsa-Bangsa sebelum Perang Dunia Kedua. Situasi saat ini, dalam pandangannya, punya kemiripan yang mengkhawatirkan. Dunia dipenuhi kompetisi tajam yang sedang membentuk ulang tatanan global.
“Memunculkan multiplex world order di mana beragam panggung kepentingan, aktor dominan, dan aturan main berjalan beriringan dan kerja sama yang kian transaksional,”
Artikel Terkait
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang