Suasana di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis siang itu, terasa berat. Di tengah prosesi pemakaman Epy Kusnandar, sang anak, Quentin Stanislavski Kusnandar, mencoba membuka sedikit tentang rencana hidupnya ke depan. Ada mimpi yang ingin diwujudkan, meski kini harus berjalan tanpa sosok yang paling dia tunggu restunya.
Quentin mengaku sudah lama tertarik dengan dunia film. Cita-citanya jelas: jadi sutradara. Untuk itu, dia berencana melanjutkan pendidikan ke Fakultas Film dan Televisi (FFTV).
"Iya. Aku kan nanti kuliah pengen ngambil ini ya, FFTV. Sempat mempertimbangkan banyak kampus, sampai terpilihlah suatu kampus, tapi sepertinya Papi enggak setuju,"
kata Quentin, di sela-sela kesibukan yang pilu itu.
Namun begitu, keinginannya itu ternyata tak mendapat respons langsung dari Epy. Menurut Karina Ranau, ibunya, almarhum kurang setuju dengan pilihan kampus Quentin tersebut. Rupanya, hati Epy justru tertambat di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
"Padahal cuma diam saja. Cuma Bunda tahu gitu loh, kalau Papi pasti pengennya aku masuk IKJ. Melihat IKJ yang sekarang udah enggak kayak dulu lagi, Bunda pun juga ya akhirnya membolehkan aku dimasukin ke IKJ,"
ujar Quentin, yang akrab disapa Que.
Pilihan IKJ ternyata bukan sekadar ikut keinginan ayahnya. Quentin tumbuh dengan banyak kenangan di lingkungan kampus seni itu. Sejak kecil, dia sering diajak Epy ke sana. Rasanya, tempat itu sudah seperti rumah kedua baginya.
"Aku pun juga karena dari waktu masih kecil sering ke sana, ya jadi aku pasti bisa merasa jadi rumah sendiri di sana," sambungnya.
Menariknya, Quentin menegaskan bahwa Epy tak pernah memaksanya untuk mengikuti jejak karirnya di dunia akting. Semua berjalan alami, tanpa paksaan.
"Papi enggak pernah nyuruh aku buat ngikutin jejaknya. Tapi mungkin walaupun enggak ngomong, jalur itu udah dibikin. Jadi aku tinggal jalan saja. Secara otomatis," tutur Que.
Di sisi lain, proyek sinetron legendaris keluarga mereka, Preman Pensiun 11, rencananya akan segera digarap. Rupanya, Que dan Epy sudah punya rencana untuk terlibat bersama dalam proses syuting nanti.
Quentin berharap bisa belajar langsung di lokasi syuting. Ambisinya, dia ingin mempelajari proses penyutradaraan sambil menemani sang ayah.
"Aku pengen kuliah, pengen jadi sutradara. Sambil nemenin Papi, aku bakal belajar dari Wa Aris gimana sih cara men-direct gitu. Selama di Bandung full," ungkapnya.
Namun, rencana itu kini harus berhadapan dengan kenyataan yang pahit. Sebelum peti Epy diturunkan, Quentin sempat menyampaikan sepatah kata. Suaranya tertahan, matanya berkaca-kaca.
"Papi nggak bisa liat aku masuk IKJ dong,"
ucapnya lirih, sambil mengusap air mata.
Kabar meninggalnya Epy Kusnandar sendiri pertama kali beredar dari unggahan media sosial istrinya, Karina Ranau. Di Instagram, Karina membagikan kabar duka itu disertai doa untuk suaminya. Epy berpulang pada Rabu (3/12/2025) siang, tepat pukul 14.24 WIB.
Perjalanan hidup Epy memang tak mudah. Dia pernah berjuang keras melawan tumor otak pada 2010. Vonis dokter waktu itu sungguh mengejutkan. Tapi, dengan ketelatenan menjalani pengobatan baik herbal maupun medis pria yang dikenal sebagai 'Kang Mus' itu akhirnya dinyatakan sembuh. Dia pun bisa kembali aktif syuting dan menghibur banyak orang, sebelum akhirnya berpulang untuk selamanya.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra