Ia menambahkan, upaya Kemenag dalam kontribusi rehabilitasi ini akan terus dilakukan. Fokusnya, agar semua tempat ibadah dan lembaga keagamaan yang rusak bisa berfungsi normal seperti sedia kala. Rasa empati terhadap musibah yang menimpa warga menjadi latar belakangnya.
“Kami sangat berempati. Ketika masjid atau musala tidak bisa dipakai karena bencana, negara hadir. Bantuan ini agar rumah ibadah bisa segera kembali jadi pusat ibadah dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Arsad juga menggarisbawahi satu hal. Fungsi masjid dan musala, dalam pandangannya, jauh lebih luas dari sekadar tempat shalat. Itu adalah pusat pembinaan umat, penguatan spiritual, sekaligus wadah kegiatan sosial warga. Perannya vital di tengah komunitas.
Harapan terakhir, melalui bantuan finansial ini, masyarakat yang terdampak banjir bisa merasakan sedikit kenyamanan. Mereka bisa beribadah dengan lebih tenang dan aman. Yang paling penting, mereka merasakan bahwa negara tak absen di saat-saat sulit.
“Dengan bantuan ini, kami berharap masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali beraktivitas secara normal, menjalankan ibadah dengan tenang, dan mendapatkan penguatan spiritual dalam proses pemulihan,” pungkas Arsad.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%