Di tengah panggung bergengsi World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu lalu, Donald Trump melontarkan pernyataan yang menarik perhatian. Mantan Presiden AS itu bicara soal Venezuela. Menurutnya, negara itu punya potensi ekonomi yang jauh lebih besar dari yang selama ini kita lihat. Bukan cuma soal cadangan minyaknya yang melimpah, tapi lebih dari itu.
"Venezuela akan menghasilkan lebih banyak uang dalam enam bulan ke depan daripada yang mereka hasilkan dalam 20 tahun terakhir," ujar Trump.
Klaimnya ini didasari pada satu hal: kendali AS. Trump mengungkapkan bahwa AS telah mengambil alih sekitar 50 juta barel minyak Venezuela. Minyak itu, katanya, nantinya akan dijual ke pasar global. Yang menarik, Trump berjanji hasil penjualannya akan dibagi. Tujuannya agar keuntungannya tidak hanya dinikmati Amerika, tapi juga kembali ke Venezuela.
"Venezuela telah menjadi tempat yang luar biasa selama bertahun-tahun, tetapi kemudian mereka menjadi buruk karena kebijakan mereka," lanjutnya, menyiratkan kegagalan kepemimpinan sebelumnya.
Artikel Terkait
Guncangan Pasokan dari Kazakhstan dan Venezuela Pacu Harga Minyak Global
Emas Tergelincir dari Rekor Tertinggi Usai Sikap Trump Melunak
Gangguan Ladang Kazakhstan dan Serangan Drone Picu Kenaikan Harga Minyak
Pemerintah Siapkan Tarif Baru Cukai Rokok untuk Jemput Produsen Ilegal