Trump di Davos: Janji Bagi Hasil Minyak Venezuela Usai Serangan AS

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:30 WIB
Trump di Davos: Janji Bagi Hasil Minyak Venezuela Usai Serangan AS

Di tengah panggung bergengsi World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu lalu, Donald Trump melontarkan pernyataan yang menarik perhatian. Mantan Presiden AS itu bicara soal Venezuela. Menurutnya, negara itu punya potensi ekonomi yang jauh lebih besar dari yang selama ini kita lihat. Bukan cuma soal cadangan minyaknya yang melimpah, tapi lebih dari itu.

"Venezuela akan menghasilkan lebih banyak uang dalam enam bulan ke depan daripada yang mereka hasilkan dalam 20 tahun terakhir," ujar Trump.

Klaimnya ini didasari pada satu hal: kendali AS. Trump mengungkapkan bahwa AS telah mengambil alih sekitar 50 juta barel minyak Venezuela. Minyak itu, katanya, nantinya akan dijual ke pasar global. Yang menarik, Trump berjanji hasil penjualannya akan dibagi. Tujuannya agar keuntungannya tidak hanya dinikmati Amerika, tapi juga kembali ke Venezuela.

"Venezuela telah menjadi tempat yang luar biasa selama bertahun-tahun, tetapi kemudian mereka menjadi buruk karena kebijakan mereka," lanjutnya, menyiratkan kegagalan kepemimpinan sebelumnya.

Ia bahkan menambahkan, "Usai serangan berakhir, mereka berkata mari kita buat kesepakatan. Lebih banyak orang seharusnya melakukan itu."

Nah, pernyataan Trump ini tentu tidak lepas dari konteks yang masih hangat. Kita ingat, awal Januari lalu, tepatnya Sabtu dini hari tanggal 3, AS melancarkan serangan ke Caracas. Operasi militer itu berakhir dengan ditangkapnya Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan elite Amerika. Kini, Maduro dikabarkan telah berada di wilayah AS.

Reaksi dari Venezuela pun keras. Pemerintah sana menuduh Amerika telah melanggar hukum internasional. Serangan itu juga meninggalkan duka yang dalam.

Menurut laporan The New York Times yang mengutip seorang pejabat Venezuela, sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan udara tersebut. Kabar duka ini juga dikonfirmasi oleh pemberitaan Al-Jazeera. Situasinya memang rumit, dan pernyataan Trump di Davos seakan memberi warna baru pada babak berikutnya dari hubungan kedua negara ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar