Ia bahkan menambahkan, "Usai serangan berakhir, mereka berkata mari kita buat kesepakatan. Lebih banyak orang seharusnya melakukan itu."
Nah, pernyataan Trump ini tentu tidak lepas dari konteks yang masih hangat. Kita ingat, awal Januari lalu, tepatnya Sabtu dini hari tanggal 3, AS melancarkan serangan ke Caracas. Operasi militer itu berakhir dengan ditangkapnya Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan elite Amerika. Kini, Maduro dikabarkan telah berada di wilayah AS.
Reaksi dari Venezuela pun keras. Pemerintah sana menuduh Amerika telah melanggar hukum internasional. Serangan itu juga meninggalkan duka yang dalam.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip seorang pejabat Venezuela, sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan udara tersebut. Kabar duka ini juga dikonfirmasi oleh pemberitaan Al-Jazeera. Situasinya memang rumit, dan pernyataan Trump di Davos seakan memberi warna baru pada babak berikutnya dari hubungan kedua negara ini.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual