“Oh, jelas. Tapi mungkin untuk cari pelatih pria saja menurut aku masih agak sulit. Jadi kalau untuk pelatih wanita, kayaknya memang harus pelan-pelan, step by step,” kata Zahra.
“Tapi, jelas aku sangat support kalau kita bisa punya setidaknya pelatih kepala wanita. Menurut aku itu keren banget, karena di luar negeri itu sudah ada, jadi kenapa kita nggak bisa?” sambungnya.
Di sisi lain, Zahra mengingatkan satu hal penting. Menurutnya, tidak semua mantan pemain bola punya bakat jadi pelatih. Peran itu butuh pola pikir dan mentalitas yang benar-benar khusus.
“Maksud aku, kalau mereka mau jadi pelatih ya kenapa tidak? Bahkan aku juga kalau mau jadi pelatih, aku bisa saja. Tapi itu tergantung orangnya,” katanya.
“Karena kadang ada pemain yang sebenarnya bagus sebagai pemain, tapi mereka nggak punya pola pikir untuk jadi pelatih. Jadi menurut aku, nggak semua pemain bisa jadi pelatih,” pungkas Zahra.
Sementara ini, posisi pelatih interim Garuda Pertiwi dipegang oleh Akira Higashiyama. Pelatih asal Jepang itu akan menangani tim di SEA Games 2025 mendatang. Sebelumnya, dia sudah punya pengalaman memimpin timnas wanita kelompok usia di beberapa turnamen seperti Piala AFF Wanita U-19 dan Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20.
Artikel Terkait
Target Meleset, Airbus Hanya Kirim 793 Pesawat Sepanjang 2025
Menyingkap Kedung Kayang: Pesona dan Perhatian di Bawah Rindang Merapi
Knesset Bergemuruh: Seruan Pendudukan Gaza Langgar Rencana Damai AS
Gelombang Aduan Konsumen Online Tembus Rp18,1 Miliar di 2025