JAKARTA – Bogor itu unik. Sebagai kota penyangga ibu kota, ia tumbuh pesat. Tapi di balik kemajuan itu, masalah sosialnya tetap kompleks dan nyata. Sampah menumpuk, tawuran remaja masih terjadi, dan kesenjangan terasa menganga. Ini PR besar yang butuh solusi bersama.
Nah, persoalan-persoalan klasik itulah yang jadi bahan obrolan seru di sebuah kedai kopi dekat Taman Heulang, Jumat (9/1/2026) sore. Pengurus Partai Perindo dan sejumlah mahasiswa IBI Kesatuan Bogor duduk bersama, meramu gagasan.
Firdaus, Wasekjen DPP Partai Perindo yang akrab disapa Bung Roy, bicara soal sampah. Bagi dia, ini bukan cuma urusan truk pengangkut atau TPA. Lebih dari itu, ini soal pola hidup dan kesadaran kita semua.
Dia lantas menyemangati para mahasiswa. Peran mereka, kata Bung Roy, vital sebagai agen perubahan. Bisa lewat pengabdian masyarakat, riset, atau kampanye. Mahasiswa bisa jadi jembatan yang menghubungkan kebijakan di atas dengan realita di lapangan. Misalnya, mendampingi UMKM yang bergerak di daur ulang atau menciptakan bisnis hijau yang punya nilai ekonomi.
Pembicaraan pun mengalir ke soal tawuran. Masalah ini masih sering muncul di beberapa titik di Bogor, dan itu cermin dari persoalan yang lebih dalam. Ruang berekspresi untuk anak muda terbatas. Dukungan keluarga kadang lemah. Belum lagi soal akses pendidikan dan lapangan kerja yang tak merata.
Irfan Niti Sasmita, atau yang disapa Ipang, Ketua DPD Perindo Kota Bogor, menawarkan gagasan. Partainya bisa mendorong kebijakan yang pro pemuda. Misalnya, membangun fasilitas olahraga dan seni hingga program kewirausahaan yang menjangkau hingga level kelurahan.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Rapat Malam, Pacu Industri Tekstil hingga Semikonduktor
VinFast Serobot Peringkat Lima, Dominasi Jepang di Pasar Mobil RI Mulai Tergoyahkan?
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027
30 Ribu Hektare Tambak Aceh Hancur Diterjang Banjir, Puluhan Ribu Pembudidaya Terpukul