MOSKOW Sebuah rekaman video serangan rudal dirilis oleh Dmitry Medvedev. Bukan sembarang rekaman, tapi yang menunjukkan gempuran rudal Oreshnik ke wilayah barat Ukraina. Medvedev, yang tak hanya mantan presiden tapi juga Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia, punya pesan keras yang menyertainya. Menurutnya, serangan itu adalah peringatan. Khususnya untuk para pemimpin Eropa yang bersikeras hendak mengirim pasukan mereka ke Ukraina.
Bahasa yang digunakannya pun terang-terangan dan kasar. Dia menyebut para pemimpin itu "bodoh".
Ucapnya tegas. Dalam pernyataannya, Medvedev secara spesifik menyebut nama Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Serangan yang terjadi pada Jumat lalu, yang ia sebut sebagai "ganjaran yang sesuai", diklaim telah memorak-porandakan Ukraina.
Di sisi lain, narasi tentang kehebatan rudal Oreshnik ini terus digaungkan. Kirill Dmitriev, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia yang juga utusan khusus Putin, ikut angkat bicara. Lewat sebuah unggahan di media sosial X, dia menantang.
Artikel Terkait
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika
Dua Puisi, Satu Semangat: Perlawanan dalam Kata-kata Thukul dan Hanasasmit
Pesta Futsal Asia 2026: Jakarta Siap Gelar Perang Bintang di Kandang Sendiri
Sampah, Tawuran, dan Kesenjangan: Perindo dan Mahasiswa Bogor Cari Solusi di Kedai Kopi