Kaja yang dimaksud adalah Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa. Menariknya, justru peringatan Kallas-lah yang beredar. Dia mendesak negara-negara anggota UE untuk memeriksa ulang persediaan sistem pertahanan udara mereka. Alasannya sederhana sekaligus mencemaskan: Oreshnik saat ini belum tertandingi.
Semua ini bermula dari sebuah serangan skala besar yang diakui oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Mereka menyatakan telah menyerang fasilitas-fasilitas penting di Ukraina pada Jumat, menggunakan senjata presisi tinggi dari darat dan laut, termasuk Oreshnik, plus drone serang.
Lantas, apa pemicunya? Menurut pihak Rusia, serangan balasan ini dilakukan menyusul gempuran yang menargetkan kediaman Presiden Vladimir Putin di Wilayah Novgorod, akhir Desember lalu. Sebuah pembalasan yang disampaikan dengan bahasa rudal hipersonik.
Artikel Terkait
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika
Dua Puisi, Satu Semangat: Perlawanan dalam Kata-kata Thukul dan Hanasasmit
Pesta Futsal Asia 2026: Jakarta Siap Gelar Perang Bintang di Kandang Sendiri
Sampah, Tawuran, dan Kesenjangan: Perindo dan Mahasiswa Bogor Cari Solusi di Kedai Kopi