Kaja yang dimaksud adalah Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa. Menariknya, justru peringatan Kallas-lah yang beredar. Dia mendesak negara-negara anggota UE untuk memeriksa ulang persediaan sistem pertahanan udara mereka. Alasannya sederhana sekaligus mencemaskan: Oreshnik saat ini belum tertandingi.
Semua ini bermula dari sebuah serangan skala besar yang diakui oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Mereka menyatakan telah menyerang fasilitas-fasilitas penting di Ukraina pada Jumat, menggunakan senjata presisi tinggi dari darat dan laut, termasuk Oreshnik, plus drone serang.
Lantas, apa pemicunya? Menurut pihak Rusia, serangan balasan ini dilakukan menyusul gempuran yang menargetkan kediaman Presiden Vladimir Putin di Wilayah Novgorod, akhir Desember lalu. Sebuah pembalasan yang disampaikan dengan bahasa rudal hipersonik.
Artikel Terkait
Menteri UMKM Soroti Banjir Impor Ilegal Sebagai Ancaman Utama Bagi Pelaku Usaha
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS
Inspirasi Ceramah Singkat Ramadhan: Dari Kejujuran hingga Empati Sosial
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika