Jadi, pemicunya adalah aktivitas di dalam lempeng itu sendiri, bukan tabrakan antar lempeng. Analisis lebih lanjut menunjukkan mekanisme gempanya berupa pergerakan mendatar turun.
Namun begitu, ada kabar baik. Daryono menegaskan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Setidaknya, satu kekhawatiran besar bisa dihilangkan.
Guncangannya sendiri dilaporkan dirasakan di banyak tempat. Mulai dari Tobelo, Sitaro, Morotai, hingga Ternate. Bahkan di wilayah seperti Minahasa Utara dan Bitung pun merasakan getarannya.
Hingga pukul 22.20 WIB malam itu, BMKG mencatat sudah terjadi satu gempa susulan. Kekuatannya M4,6. Situasi terus dipantau, meski sejauh ini aktivitas tampak mereda.
Artikel Terkait
Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Tantang Debat HAM Langsung di TV Nasional
Lapangan Padel di Pulomas Disegel Permanen Lantaran Tak Miliki Izin SLF
Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik terhadap Delapan Atlet
Harga Perak Antam Tembus Rp55.100 per Gram, Lanjutkan Tren Kenaikan