Jadi, pemicunya adalah aktivitas di dalam lempeng itu sendiri, bukan tabrakan antar lempeng. Analisis lebih lanjut menunjukkan mekanisme gempanya berupa pergerakan mendatar turun.
Namun begitu, ada kabar baik. Daryono menegaskan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Setidaknya, satu kekhawatiran besar bisa dihilangkan.
Guncangannya sendiri dilaporkan dirasakan di banyak tempat. Mulai dari Tobelo, Sitaro, Morotai, hingga Ternate. Bahkan di wilayah seperti Minahasa Utara dan Bitung pun merasakan getarannya.
Hingga pukul 22.20 WIB malam itu, BMKG mencatat sudah terjadi satu gempa susulan. Kekuatannya M4,6. Situasi terus dipantau, meski sejauh ini aktivitas tampak mereda.
Artikel Terkait
Iran Siap Balas Serangan AS dengan Target Pangkalan Militer dan Jalur Pelayaran
Puncak Karier Maulina di Piala Asia 2022: Ini Momen yang Takkan Terlupakan
Rizky Ridho Pasang Janji: Kami Tunggu di Jakarta
Dwiki Dharmawan Luncurkan Anagnorisis, Album Kolaborasi yang Diapresiasi sebagai Misi Budaya