Pakistan Lancarkan Serangan Udara, Taliban Balas dengan Serangan Balasan ke Wilayah Perbatasan

- Jumat, 27 Februari 2026 | 13:30 WIB
Pakistan Lancarkan Serangan Udara, Taliban Balas dengan Serangan Balasan ke Wilayah Perbatasan

Udara pagi di Kabul, Kandahar, dan Paktia pecah oleh dentuman. Pakistan kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah provinsi Afghanistan, termasuk ibu kotanya, pada Jumat pagi (27/2). Tak tinggal diam, pemerintahan Taliban langsung membalas. Mereka mengumumkan serangan balasan telah diarahkan ke pusat-pusat militer Pakistan, sebagai jawaban atas gempuran terbaru itu.

Angka korban yang dilaporkan? Jauh berbeda. Otoritas Pakistan dengan tegas menyebut pasukannya berhasil menewaskan 133 petempur Taliban. Sementara dari sisi Afghanistan, klaimnya lain: serangan balik mereka dikabarkan merenggut nyawa 55 tentara Pakistan.

Ini adalah babak baru ketegangan antara kedua negara bertetangga itu. Menurut laporan CNN, pertempuran ini memecah gencatan senjata rapuh yang sebenarnya sudah berlaku sejak Oktober tahun lalu. Qatar dan Turki sempat jadi mediator kala itu, usai gelombang kekerasan lintas perbatasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun begitu, perdamaian itu tampaknya tak bertahan lama.

Lewat juru bicaranya, Zabihullah Mujahid, Taliban menyampaikan kecaman keras.

"Militer Pakistan yang pengecut telah melancarkan serangan-serangan udara di beberapa wilayah Kabul, Kandahar, dan Paktia," ujarnya.

Tak cuma mengeluh. Mujahid langsung menegaskan bahwa pembalasan sudah dimulai.

"Operasi pembalasan besar-besaran telah dimulai kembali terhadap pusat-pusat militer Pakistan dari Kandahar dan Helmand," tambahnya.

Di sisi lain, Pakistan punya alasan sendiri. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut aksi militernya hanyalah respons. Pasukan Taliban Afghanistan disebut lebih dulu menyerang pada Kamis (26/2) pagi waktu setempat. Serangan itu digambarkan sebagai aksi "tanpa provokasi".

"Pasukan rezim Taliban sedang menerima hukuman di sektor Chitral, Khyber, Mohmad, Kurram dan Bajaur," begitu bunyi pernyataan Kementerian Informasi Pakistan, bernada keras.

Pernyataan itu ditutup dengan ancaman atau mungkin peringatan yang gamblang. "Pakistan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan integritas wilayah serta keselamatan dan keamanan warganya," tegas mereka.

Jadi, selisih klaim korban tewas masih lebar. Selain mengklaim 133 petempur Taliban tewas, Pakistan juga menyebut lebih dari 200 orang lainnya terluka dalam serangannya. Sementara Kabul berdiri dengan angka dan ceritanya sendiri. Situasi di perbatasan kembali memanas, dan kedua pihak sama-sama bersiap.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar