Oleh: Wahyu Hidayat
Surabaya
Halaman Polsek Pakal, Polrestabes Surabaya, sore itu ramai. Bukan oleh suasana operasi rutin, melainkan oleh tawa dan obrolan hangat. Program "Dapur Berkah Ramadan" yang digelar kepolisian setempat berhasil menyatukan buka puasa bersama Komunitas Wong Bodo dan warga sekitar.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 600 porsi makanan disiapkan secara prasmanan. Ini jelas bukan sekadar urusan perut. Lebih dari itu, ini upaya nyata untuk menjalin kedekatan. Acara itu sendiri dipimpin langsung oleh Kapolsek Pakal, AKP Mulya Sugiharto, yang turun langsung berbaur.
Menurut sejumlah saksi, suasana kekeluargaan benar-benar terasa. Sekitar 20 anggota komunitas dan puluhan warga dari sekitar hadir, duduk berdampingan dengan para polisi. Jarak yang kerap ada seolah menguap.
Menjelang azan magrib berkumandang, AKP Mulya menyampaikan sepatah dua patah kata.
"Ramadan ini momentum tepat untuk memperkuat silaturahmi," ujarnya. "Sekaligus menumbuhkan kepedulian kita semua."
Ia menekankan, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus multidimensi.
"Tidak cuma soal menjaga keamanan. Tapi juga berbagi kebahagiaan, seperti ini," tambahnya.
Program Dapur Berkah, katanya, memang dirancang untuk lebih dari sekadar bagi-bagi takjil. Ini adalah ruang interaksi. Tempat di mana hubungan yang lebih humanis dan dekat bisa benar-benar terjalin.
Antusiasme warga pun meledak saat waktu berbuka tiba. Mereka, para polisi, dan anggota komunitas duduk melingkar. Hidangan dinikmati bersama, doa dipanjatkan secara khidmat. Suasana hangat itu menyelimuti seluruh area.
Harapannya sih sederhana. Kegiatan semacam ini jangan cuma jadi seremonial tahunan belaka. Di sisi lain, ia harus bisa menjadi tradisi yang berkelanjutan. Sebuah bukti sinergi dan kebersamaan nyata antara polisi dan masyarakat Pakal, Surabaya.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera