Nvidia, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, akhirnya memutuskan untuk menanamkan investasi besarnya di Malaysia. Bukan di Indonesia. Keputusan ini tentu menimbulkan tanda tanya, dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau BKPM pun buka suara.
Menurut mereka, jawabannya sederhana namun mendasar: soal sumber daya manusia. Atau lebih tepatnya, ketersediaan tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi di bidang komputer.
Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, mengungkapkan hal ini saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat lalu.
Jadi, survei internal Nvidia menunjukkan angka yang lebih menguntungkan bagi Malaysia. Negeri jiran itu dinilai punya lebih banyak lulusan S2 dan S3 di bidang yang benar-benar dibutuhkan untuk operasional dan riset perusahaan sekelas Nvidia.
Di sisi lain, Ichwan tak menampik bahwa Indonesia sebenarnya punya tempat yang menjanjikan. Ambil contoh Nongsa Digital Park di Batam. Kawasan itu sudah ditetapkan sebagai prioritas pengembangan ekosistem digital. Sayangnya, infrastruktur fisik saja tak cukup. Tanpa SDM mumpuni yang siap kerja, daya tariknya pun berkurang drastis.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Akan Menyerah di Pengejaran Gelar La Liga