Senin pagi (13/4/2026) membawa kabar kurang menggembirakan bagi pasar modal. IHSG langsung dibuka melemah, tersungkur ke posisi 7.410. Angka ini jelas terpaut cukup jauh dari penutupan pekan lalu yang berada di level 7.458.
Tekanan jual terlihat hampir di mana-mana. Hingga jelang pukul setengah sepuluh pagi, indeks masih bergulat di zona merah, bergerak antara 7.351 dan 7.425. Suasana pasar pagi itu cukup lesu, tercermin dari transaksi awal yang mencapai 5,14 miliar lembar saham dengan nilai sekitar Rp2,21 triliun.
Kalau dilihat dari jumlah emiten, yang tertekan memang lebih dominan. Dari sekian banyak saham yang aktif, 370 tercatat melemah. Hanya 213 yang mampu menguat, sementara 376 lainnya cenderung diam di tempat. Nilai kapitalisasi pasarnya sendiri menyentuh Rp13,16 triliun di pembukaan.
Lalu, siapa yang memicu pelemahan ini? Ternyata, data transaksi dari Jumat lalu memberikan petunjuk. Investor domestik tercatat melakukan net sell senilai Rp200 miliar. Mereka membeli saham Rp11,8 triliun, tapi aksi jualnya lebih besar, mencapai Rp12 triliun.
Namun begitu, ada pihak lain yang justru mengambil posisi berlawanan. Aksi jual investor lokal itu diimbangi oleh net buy dari investor asing. Mereka membukukan pembelian Rp6,27 triliun, sementara penjualannya sedikit lebih rendah, yaitu Rp6,07 triliun.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun
Autopedia Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp20 Miliar untuk Program MESOP
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut
IHSG Terperosok 0,97%, Hampir Semua Sektor Tertekan