Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz

- Senin, 13 April 2026 | 09:45 WIB
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz

Nilai dolar AS melonjak ke level tertingginya dalam seminggu. Aksi jual terhadap mayoritas mata uang lain terjadi di perdagangan Asia pagi ini, Senin (13/3/2026), menyusul gagalnya perundingan damai dan langkah militer Amerika yang makin nyata.

Indeks dolar, alat ukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, tercatat naik 0,5 persen ke level 99.187. Ini posisi tertinggi sejak 7 April lalu, berdasarkan pantauan Investing.com. Suasana pasar terasa tegang.

Di sisi lain, euro melemah 0,5 persen ke USD1,1667. Poundsterling Inggris ikut terperosok 0,6 persen ke $1,3383. Tak cuma itu, dolar Australia dan Selandia Baru juga terkapar, masing-masing anjlok 0,8 persen ke USD0,7014 dan 0,7 persen ke USD0,5798. Pergerakannya cukup signifikan untuk sesi pagi buta.

Blokade Laut Diperintahkan Trump

Pemicu gejolak ini datang dari pernyataan Presiden Donald Trump, Minggu kemarin. Ia mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Ini dilakukan setelah perundingan marathon dengan Iran mentok, tak membuahkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Gencatan senjata yang baru bertahan dua minggu pun kini di ujung tanduk. Rapuh sekali.

"Pasukan AS akan mulai menegakkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, efektif pukul 10.00 waktu setempat hari Senin,"

Begitu pernyataan Komando Pusat AS atau US Central Command.

Analis Westpac dalam catatan risetnya menyoroti kondisi pasar yang tipis di pagi hari. Mereka menulis, suasana itu mengindikasikan mood 'risk-off' yang kuat. Imbasnya, rally luas pada dolar AS tak terhindarkan.

Semua mata kini tertuju ke Selat Hormuz. Setiap perkembangan baru, entah diplomasi atau tembakan, bakal langsung menggoyang pasar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar