"Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebanyak 205.968 rumah. Jadi, selain program listrik desa juga ada kita pemasangan baru," jelas Bahlil.
Hingga akhir Desember 2025, angka realisasi BPBL memang sudah menyentuh 205.968 rumah tangga. Pemerintah berkomitmen untuk terus menggenjot kedua program ini. Tujuannya agar kehadiran negara benar-benar dirasakan, lewat akses energi yang adil, yang pada akhirnya diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan dan pemerataan.
Bahlil sendiri punya alasan personal yang kuat. Dia bercerita, masa kecilnya dihabiskan tanpa listrik hingga ia duduk di bangku SD. Pengalaman itu membuatnya paham betul, betapa listrik bisa mengubah hidup seseorang. Akses pendidikan membuka jendela ilmu, sementara aktivitas ekonomi bisa bergulir lebih lancar.
Negara, tegasnya, tak boleh absen dalam memenuhi kebutuhan dasar semacam ini.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital
Patrick Kluivert Berpeluang Hadapi Belanda di Piala Dunia 2026
Miliaran Rupiah dan Logam Mulia Disita KPK dalam OTT Pegawai Pajak