"Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebanyak 205.968 rumah. Jadi, selain program listrik desa juga ada kita pemasangan baru," jelas Bahlil.
Hingga akhir Desember 2025, angka realisasi BPBL memang sudah menyentuh 205.968 rumah tangga. Pemerintah berkomitmen untuk terus menggenjot kedua program ini. Tujuannya agar kehadiran negara benar-benar dirasakan, lewat akses energi yang adil, yang pada akhirnya diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan dan pemerataan.
Bahlil sendiri punya alasan personal yang kuat. Dia bercerita, masa kecilnya dihabiskan tanpa listrik hingga ia duduk di bangku SD. Pengalaman itu membuatnya paham betul, betapa listrik bisa mengubah hidup seseorang. Akses pendidikan membuka jendela ilmu, sementara aktivitas ekonomi bisa bergulir lebih lancar.
Negara, tegasnya, tak boleh absen dalam memenuhi kebutuhan dasar semacam ini.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
NASA Gandeng Swasta Genjot Misi Pendaratan Berawak di Bulan 2028
Gubernur DKI Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu untuk Lindungi Ekosistem Perairan
AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tingkat Tinggi di Islamabad untuk Akhiri Perang Enam Minggu
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan