Mereka merasa materi komedi Pandji sudah melampaui batas. Bukan lagi sekadar lelucon untuk hiburan, tapi dinilai sebagai penghinaan dan fitnah yang berpotensi memecah belah.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, angkat bicara.
"Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media," kata Rizki kepada para wartawan.
Memang, sejak beredar, video pertunjukan spesial Pandji itu ramai diperdebatkan netizen. Salah satu bagian yang paling banyak disorot adalah ketika ia menyentuh soal izin pengelolaan tambang untuk ormas keagamaan.
Dalam tayangan itu, Pandji terlihat berujar, "Politik balas budi, betul. Ada yang ngerti politik balas budi? Gue kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gue sesuatu lagi. Emang lu pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira? Karena diminta suaranya, gue kasih sesuatu yang lu suka. Happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah."
Ia kemudian menambahkan klaim yang tak kalah kontroversial. Menurut Pandji, sebenarnya tawaran mengelola tambang itu diberikan kepada semua ormas agama. Hanya saja, yang menerima hanyalah ormas-ormas Islam.
"Dan, biar kita adil, sebenarnya gak cuma ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak. Ormas Islam, Alhamdulillah, rezeki anak soleh. Masa ditolak? Ini pasti karena aku rajin salat," kata dia di atas panggung, disambut gelak tawa penonton.
Pernyataan inilah yang kemudian memantik api laporan. Sekarang, bola ada di pengadilan publik dan proses hukum Polda Metro Jaya. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina