Dari dalam Air Force One, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman baru. Kali ini, sasarannya adalah Kolombia. Setelah operasi militer di Venezuela untuk menangkap Nicolas Maduro, Trump membuka peluang aksi serupa terhadap negara tetangganya itu.
Menurut laporan The Guardian, operasi di Venezuela sendiri terjadi pada Sabtu lalu. Targetnya jelas: Presiden Maduro. Nah, sekarang sorotan beralih ke Gustavo Petro, pemimpin Kolombia yang juga beraliran kiri dan punya catatan keras menentang kebijakan Barat.
"Kolombia dipimpin oleh orang gila," ujar Trump kepada para wartawan.
Dia tak berhenti di situ. Trump mendakwa Petro terlibat dalam penyelundupan narkotika ke Amerika Serikat tuduhan yang mirip dengan yang dilontarkannya kepada Maduro. Kita tahu, Kolombia memang terkenal dengan produksi kokainnya yang dikuasai kartel-kartel besar.
"Dia tidak akan melakukannya lagi dalam waktu dekat," tambah Trump, tanpa merinci lebih lanjut.
Artikel Terkait
BNI Siapkan Likuiditas Rp24 Triliun untuk Antisipasi Kebutuhan Lebaran 2026
Sekretaris Kabinet Tegaskan Makan Bergizi Gratis Tak Kurangi Anggaran Pendidikan Lain
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 untuk 70 Ribu Lulusan Baru
Gubernur DKI Gratiskan Transportasi Umum Saat Lebaran 2026