Menurut informasi, pasangan itu kini berada di sebuah pangkalan militer di New York.
Langkah AS ini bukan tanpa alasan. Sejak 2020, Maduro sudah menjadi buronan pengadilan AS. Dia didakwa dengan tuduhan berat: terlibat terorisme dan perdagangan narkoba. Penangkapan ini seperti babak akhir dari ancaman yang sudah lama menggantung.
Operasinya sendiri ternyata tak hanya soal menangkap seseorang. Serangan udara dilancarkan AS ke beberapa wilayah Venezuela. Ibu kota Caracas jadi sasaran, begitu juga wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Pemerintah Venezuela berang. Mereka menyatakan serangan itu tak hanya menarget instalasi militer, tapi juga infrastruktur sipil. Kerusakan dan korban jiwa dilaporkan, meski detailnya masih simpang siur.
Foto Maduro yang diborgol di atas kapal perang AS kini beredar luas. Ia bukan sekadar gambar, melainkan simbol pergeseran kekuatan yang dramatis. Dunia menunggu, apa yang akan terjadi berikutnya.
Artikel Terkait
Jamaah Haji Khusus Dapat Bonus Ratusan Dolar dari Pengelolaan Dana
Kayu Hanyutan Disulap Jadi Hunian Sementara Korban Banjir Aceh dan Sumut
Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Dibuka 24 Jam untuk Percepatan Logistik Bencana
Ripstix Bergema, Semangat Menggelegar: Pound Fit Serbu WTC Mangga Dua