Menurut informasi, pasangan itu kini berada di sebuah pangkalan militer di New York.
Langkah AS ini bukan tanpa alasan. Sejak 2020, Maduro sudah menjadi buronan pengadilan AS. Dia didakwa dengan tuduhan berat: terlibat terorisme dan perdagangan narkoba. Penangkapan ini seperti babak akhir dari ancaman yang sudah lama menggantung.
Operasinya sendiri ternyata tak hanya soal menangkap seseorang. Serangan udara dilancarkan AS ke beberapa wilayah Venezuela. Ibu kota Caracas jadi sasaran, begitu juga wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Pemerintah Venezuela berang. Mereka menyatakan serangan itu tak hanya menarget instalasi militer, tapi juga infrastruktur sipil. Kerusakan dan korban jiwa dilaporkan, meski detailnya masih simpang siur.
Foto Maduro yang diborgol di atas kapal perang AS kini beredar luas. Ia bukan sekadar gambar, melainkan simbol pergeseran kekuatan yang dramatis. Dunia menunggu, apa yang akan terjadi berikutnya.
Artikel Terkait
Kemenkes Waspadai 8.224 Kasus Suspek Campak hingga Pekan Ketujuh 2026
CSIS Soroti Dampak Terbatas Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Hanya 2% Ekspor Terfasilitasi
Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret
DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis, Mulai Juli 2026