China Desak AS: Bebaskan Maduro, Hentikan Intervensi di Venezuela

- Minggu, 04 Januari 2026 | 14:30 WIB
China Desak AS: Bebaskan Maduro, Hentikan Intervensi di Venezuela
Respons China atas Penangkapan Maduro

Pemerintah China secara resmi mendesak Amerika Serikat. Desakan itu jelas: bebaskan Nicolas Maduro, dan lakukan sekarang juga. Presiden Venezuela itu ditahan AS dengan sederet tuduhan, utamanya terkait perdagangan narkoba.

Melalui Kementerian Luar Negerinya, Beijing menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam. Mereka menyoroti aksi penangkapan paksa yang menimpa Maduro beserta sang istri. Operasi itu dilakukan pasukan elite AS, yang kemudian membawa kedua orang itu ke New York untuk menjalani proses hukum.

Pernyataan resmi China, yang dikutip dari Aljazeera pada Minggu (4/1), tegas dan berisi seruan.

"China menyerukan kepada AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, segera membebaskan mereka, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,"

Begitu bunyi keterangan itu. Intinya, China meminta pembebasan karena menilai langkah Washington ini sudah melangkahi batas. Menurut mereka, AS telah melanggar hukum internasional.

"Langkah AS jelas melanggar hukum internasional, norma-norma dasar dalam hubungan internasional, dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB,"

Demikian penegasan dari pihak China. Di sisi lain, tuduhan AS sendiri cukup berat. Sehari sebelumnya, Jaksa Agung AS Pam Bondi lewat akun X-nya membeberkan dakwaan terhadap Maduro.

Dakwaannya mencakup Konspirasi Narkoterorisme, Konspirasi Impor Kokain, hingga Konspirasi Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak yang ditujukan terhadap Amerika Serikat. Sebuah daftar panjang yang, jika terbukti, konsekuensinya sangat serius.

Jadi, situasinya memanas. Di satu sisi, AS punya alasan hukumnya sendiri. Di sisi lain, China melihatnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan intervensi yang tak bisa dibiarkan. Bagaimana kelanjutannya? Kita lihat saja.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar