Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Sustainable baru saja merilis hasil penilaiannya. Dan kali ini, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan lompatan yang cukup impresif. Skor ESG mereka untuk tahun 2025 mencapai 64 dari 100. Angka ini naik tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 53. Yang lebih membanggakan, skor WIKA ini jauh melampaui rata-rata industri konstruksi dan teknik global yang berkutat di angka 31.
Posisinya di peta dunia pun tak main-main. Dari 234 perusahaan sejenis yang dinilai, WIKA berhasil menduduki peringkat ke-13 secara global. Di kawasan Asia Pasifik, mereka masuk lima besar, tepatnya di posisi kelima. Dan di dalam negeri? WIKA dengan percaya diri memegang status sebagai perusahaan Construction & Engineering peringkat pertama di Indonesia.
Direktur Utama WIKA, Agung BW, mengonfirmasi pencapaian ini dalam keterangan tertulis yang diterbitkan Jumat (27/2/2026).
"Pada sektor Construction & Engineering, WIKA berhasil menempati peringkat ke-13 dunia dari 234 perusahaan, sekaligus peringkat ke-5 di kawasan Asia Pasifik dan menjadi perusahaan Construction & Engineering peringkat pertama di Indonesia," ujarnya.
Agung menjelaskan, penilaian dari S&P Global ini bukan proses yang sederhana. Mereka mengevaluasi dengan sangat komprehensif. Mulai dari keterbukaan informasi perusahaan, partisipasi dalam CSA, analisis media, hingga pendapat pemangku kepentingan dan pemodelan data. Semuanya dikuliti.
Menurut Agung, capaian ini buah dari konsistensi. Konsistensi WIKA dalam menjalankan transformasi bisnis yang memang berlandaskan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan strategi besar mereka: dekarbonisasi.
WIKA sendiri punya target ambisius, yakni mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2055. Target ini bukan sekadar wacana, melainkan kontribusi nyata untuk agenda pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, ini juga cara mereka memperkuat daya saing di kancah industri konstruksi global yang semakin ketat.
"Pencapaian ESG Score ini menjadi bukti komitmen WIKA dalam memastikan setiap pembangunan tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan," tegas Agung.
Dia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa ESG akan tetap menjadi fondasi utama. Fondasi untuk transformasi perusahaan menuju pertumbuhan yang lebih tangguh dan berdaya saing global, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan nasional.
Artikel Terkait
Wamendagri Bima Arya Soroti Peran Krusial Ketua RT dalam Program Kampung Bahagia di Jambi
Gedung Putih Optimistis Pembicaraan Damai dengan Iran Berlanjut di Islamabad
Bareskrim dan FBI Bongkar Sindikat Penjual Alat Phishing, Raup Untung Rp 25 Miliar
PSG Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Kalahkan Liverpool dengan Agregat 4-0