Herdman Pangkas Skuad, Timnas Indonesia Andalkan Pemain Muda di Piala AFF

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:30 WIB
Herdman Pangkas Skuad, Timnas Indonesia Andalkan Pemain Muda di Piala AFF

Beberapa nama besar harus dicoret dari daftar pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Pelatih Jhon Herdman terpaksa tidak memasukkan Jay Idzes, Thom Haye, dan Kevin Diks ke dalam skuad. Kabarnya, mereka dipastikan absen.

Turnamen regional itu sendiri akan digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Nah, di sinilah masalahnya.

Idzes dan Diks, misalnya, saat ini masih berkarier di Eropa. Mereka punya komitmen dengan klub masing-masing, Sassuolo dan Borussia Monchengladbach. Menurut sejumlah saksi, klub-klub Eropa itu jelas enggan melepas asetnya di luar jadwal FIFA. Apalagi, Piala AFF 2026 kebetulan jatuh di masa pramusim kompetisi mereka. Situasinya jadi serba salah.

Herdman, sang pelatih berusia 50 tahun yang baru saja ditunjuk PSSI, tampaknya sudah mengantisipasi hal ini. Dia tak punya pilihan lain. Turnamen AFF tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA, jadi klub memang tak punya kewajiban melepas pemain.

“Untuk turnamen di bulan Agustus di luar kalender FIFA, kami kehilangan beberapa pemain tier 1 dan tier 2,” ujar Herdman.

Lalu dia menambahkan, “Karena itu, Piala AFF akan dijadikan pengalaman bermain untuk pemain muda atau pemain lokal demi mendapatkan jam terbang.”

Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan banyak orang: apa strategi Herdman agar Timnas tetap kompetitif?

1. Taruhan pada Pemain Muda

Ketidakhadiran para pilar utama bukan akhir dari segalanya. Bagi Herdman, ini justru bisa jadi peluang. Opsinya jelas: memainkan pemain-pemain muda.

Mengandalkan anak muda bukan berarti menyerah. Justru sebaliknya. Turnamen seperti Piala AFF bisa menjadi panggung ideal untuk menemukan bintang-bintang baru. Siapa tahu, dari sini akan muncul talenta yang nantinya bisa diandalkan di ajang lebih besar seperti Piala Asia 2027 atau Kualifikasi Piala Dunia. Herdman melihat ini sebagai kesempatan emas untuk menyatukan dan menguji pemain lokal, mencari bibit-bibit terbaik yang selama ini mungkin kurang mendapat perhatian.

2. Mengerahkan Bintang Liga Lokal

Di sisi lain, Indonesia punya Super League yang tak kalah panas. Kompetisi lokal ini seringkali menjadi tempat pemain-pemain muda bersinar. Kabar baiknya, ketika Piala AFF bergulir nanti, Super League 2026/2027 dipastikan sedang libur. Begitu juga dengan liga-liga di Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Kondisi ini membuka jalan lebar bagi Herdman. Dia bisa memanggil pemain-pemain top lokal seperti Eliano Reijnders dari Persib Bandung atau Sandy Walsh yang membela Buriram United. Mereka punya kualitas dan, yang terpenting, tersedia.

Jadi, siapa pengganti para pemain naturalisasi yang tak bisa datang? Jawabannya ada di lapangan hijau Super League. Ini saatnya bagi pemain muda untuk menunjukkan taring, menarik perhatian pelatih, dan akhirnya membuktikan diri layak mengenakan jersey Merah Putih. Momentumnya tepat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar