Menutup tahun 2025, peta aktivitas pabrik dunia tampak terbelah. Di satu sisi, zona euro justru semakin terpuruk. Di sisi lain, Asia justru menunjukkan ketahanan yang cukup solid, didorong oleh angin segar dari permintaan ekspor dan euforia teknologi kecerdasan buatan.
Data terbaru yang dirilis Jumat (2/1/2026) mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur zona euro anjlok ke 48,8 pada Desember. Angka itu turun dari 49,6 di bulan sebelumnya dan jadi level terendah dalam sembilan bulan terakhir. Intinya, aktivitas pabrik di kawasan itu makin dalam masuk wilayah kontraksi. Produksi bahkan turun untuk pertama kalinya dalam sepuluh bulan, imbas dari pesanan baru yang terus melemah.
Pelemahan ini terjadi hampir merata di 20 negara anggota. Jerman, raksasa ekonomi kawasan, mencatat kinerja paling suram dengan PMI terendah dalam 10 bulan. Italia dan Spanyol pun kembali terperosok ke zona merah. Namun begitu, ada sedikit cahaya dari Prancis. Negeri Mode itu justru mencatat PMI manufaktur tertinggi dalam 42 bulan, sebuah pengecualian yang cukup mencolok.
Cyrus de la Rubia, Kepala Ekonom Hamburg Commercial Bank, melihat situasi ini dengan pesimisme.
"Permintaan untuk produk manufaktur zona euro kembali lesu. Perusahaan-perusahaan terlihat enggan atau tak mampu membangun momentum untuk tahun depan. Mereka memilih bersikap sangat hati-hati, dan sikap seperti itu ibarat racun bagi perekonomian," ujarnya.
Ceritanya agak berbeda di Inggris. Meski sudah keluar dari Uni Eropa, aktivitas manufakturnya justru tumbuh pada laju tercepat dalam 15 bulan. Sentimen sedikit membaik setelah anggaran yang diajukan Menteri Keuangan Rachel Reeves memberi angin segar.
Sementara Eropa bergelut dengan kontraksi, Asia justru bernapas lega. Pusat-pusat manufaktur di benua itu menutup tahun dengan kondisi yang lebih baik. Korea Selatan dan Taiwan, misalnya, berhasil menghentikan tren penurunan yang berlangsung berbulan-bulan. PMI Taiwan melonjak ke 50,9 dari 48,8, sementara Korea Selatan menyentuh 50,1. Ini adalah ekspansi pertama mereka sejak September.
Artikel Terkait
Leao Bawa Milan Kembali ke Puncak, Pesta Sementara di San Siro?
DENZA D9: Saat Kemewahan Tak Lagi Berisik
Waspada Hujan dan Petir, Cuaca Jabodetabek Akan Gelap Sejak Pagi
Guncangan Rantai Pasok: Banjir Sumatera Tahan Triliunan Nilai Tambah Industri