Kebijakan work from home (WFH) untuk ASN, yang baru-baru ini digulirkan, ternyata memang dirancang sebagai langkah cepat. Pemerintah secara gamblang menyebutnya sebagai taktik jangka pendek. Tujuannya? Menekan angka konsumsi BBM yang kian mengkhawatirkan.
Nico Harjanto, Staf Khusus Wakil Presiden, menegaskan hal itu. Menurutnya, ini adalah respons yang dirancang agar pelayanan publik tetap berjalan, tanpa harus mengorbankan kinerja birokrasi.
"WFH ini murni langkah taktis jangka pendek, sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik,"
Ucap Nico di Jakarta, Sabtu lalu. Pernyataannya ini sekaligus menjawab komentar dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, yang sempat meragukan efektivitas WFH sebagai solusi penghematan energi.
Meski begitu, Nico menyebut pemerintah tetap membuka telinga. Masukan dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional, dianggap sebagai bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan ke depan.
Logika pemerintah sebenarnya sederhana. Dengan mengurangi mobilitas harian, konsumsi BBM terutama untuk transportasi diharapkan bisa turun. Namun begitu, ada satu hal yang ditekankan berulang kali: produktivitas dan pelayanan harus tetap nomor satu. Itu prioritas yang tak boleh goyah hanya karena perubahan pola kerja.
Transisi Energi: Solusi yang Lebih Mendasar
Selain langkah cepat tadi, pemerintah juga mengaku sedang menyiapkan strategi yang lebih fundamental. Mereka menyebutnya transisi energi. Ini adalah solusi jangka panjang untuk persoalan konsumsi energi nasional yang makin pelik.
Rencananya mencakup beberapa hal. Mulai dari mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, memaksimalkan pemanfaatan bioenergi B50, hingga memperkuat infrastruktur dan produksi BBM dalam negeri. Nico Harjanto bilang, strategi ini punya dua tujuan: menjaga stabilitas ekonomi saat ini dan membangun kedaulatan energi untuk masa depan.
"Krisis hari ini kita urai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional, sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan,"
Katanya menambahkan.
Peringatan dari Jusuf Kalla
Di sisi lain, pandangan Jusuf Kalla cukup berbeda. Mantan Wapres ini sebelumnya sudah mengingatkan bahwa WFH belum tentu otomatis menghemat energi. Alasannya, meski tidak ke kantor, penggunaan listrik di rumah justru bisa meningkat.
JK juga mengingatkan soal produktivitas. Di tengah tekanan ekonomi seperti sekarang, kinerja harus tetap dijaga. WFH, menurutnya, jangan sampai jadi alasan untuk bekerja seenaknya.
Artikel Terkait
Jepang Juarai Piala Asia U-17 2026 Usai Kalahkan China 3-2 di Final
BMKG: Cuaca Makassar Sabtu Berawan Sepanjang Hari, Waspada Hujan Petir di Sulsel Bagian Utara dan Timur
Pria Cemburu Bunuh Kekasih Gelap dengan Obat Antinyeri di Hotel Makassar
Istri Aktivis Global Sumud Flotilla: Kecemasan Bukan pada Keselamatan Suami, Melainkan Misi Tembus Blokade Gaza