LOMBOK - Usai tugas resminya di FIFA Series 2026, John Herdman justru mencuri perhatian karena hal yang jauh dari kesan formal. Pelatih Timnas Indonesia itu terlihat asyik bermain sepak bola di Pantai Mandalika, Lombok, bersama warga lokal. Bukan di lapangan rumput yang rapi, melainkan di atas pasir dengan latar debur ombak.
Dalam video yang diunggah akun Instagram nusantara.ballers, Herdman tampil sangat santai. Bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek, ia berbaur tanpa jarak. Yang menarik, skillnya tak main-main. Beberapa kali ia menunjukkan olah bola yang lihai, mengecoh lawan dengan gerakan sederhana namun efektif dalam permainan santai itu.
Momen itu dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak yang menilai ini sebagai langkah cerdas Herdman untuk merangkul akar rumput sepak bola Indonesia. Sejak awal ditunjuk, pria berusia 50 tahun ini memang menunjukkan antusiasme yang berbeda.
“Dia terlihat sangat menikmati,” tulis salah seorang warganet mengomentari video tersebut.
Adaptasinya berjalan cukup cepat. Meski belum lama menangani Timnas, Herdman sudah mulai mencoba menyelipkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Bahkan, dalam sesi jumpa media persiapan FIFA Series, ia sempat memperkenalkan diri dengan bahasa kita. Upaya ini mungkin kecil, tapi jelas terdengar tulus.
Di sisi lain, komitmennya juga terlihat dari keseriusan memantau bakat domestik. Herdman telah hadir langsung menyaksikan laga-laga klub seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung. Ia ingin melihat sendiri denyut nadi sepak bola Indonesia, bukan sekadar dari laporan.
Prestasi awal pun sudah ada. Di bawah kendalinya, Timnas Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series. Sayang, langkah mereka terhenti di final setelah dikalahkan Bulgaria dengan skor tipis 0-1. Hasil ini tentu jadi bahan evaluasi berharga bagi Herdman untuk membangun tim ke depan.
Namun begitu, aksi main bola di pantai itu mengungkap sisi lain dari seorang pelatih berkelas internasional. Bagi Herdman, membangun tim tak cuma soal taktik di lapangan hijau. Tapi juga tentang menyelami atmosfer dan jiwa sepak bola di tempat ia bekerja. Dan di Mandalika, dengan kaosnya yang tersampir, ia tampak sedang memulai semuanya dari hal yang paling mendasar: kecintaan pada permainan itu sendiri.
Artikel Terkait
PSG Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Luis Enrique Samai Rekor Tiga Gelar Liga Champions
Fajar/Fikri Jadi Satu-Satunya Wakil Indonesia di Final Singapore Open 2026
PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
Alfian/Fikri Kalahkan Wakil China, Melaju ke Final Singapura Open 2026