Rusia Manfaatkan Tekanan Pertahanan Udara Ukraina, 12 Tewas dalam Serangan Rudal Balistik

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:15 WIB
Rusia Manfaatkan Tekanan Pertahanan Udara Ukraina, 12 Tewas dalam Serangan Rudal Balistik

Serangan rudal balistik Rusia menghantam sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (11/8/2026), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan ini datang di tengah tekanan besar yang dihadapi sistem pertahanan udara Ukraina, dan Presiden Volodymyr Zelensky menuding Moskow sengaja mengeksploitasi kelemahan tersebut.

Zaporizhzhia menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Sedikitnya enam orang tewas dan 19 lainnya luka-luka dalam serangan sepanjang malam. Di antara korban tewas adalah karyawan pabrik baja Zaporizhstal, yang menjadi sasaran langsung serangan. "Serangan balistik itu menghantam karyawan yang sedang menuju tempat perlindungan segera setelah peringatan udara aktif," demikian pernyataan pihak perusahaan. Sebanyak 21 karyawan lainnya dilaporkan terluka.

Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia menggunakan rudal balistik buatan Korea Utara, rudal Zircon, dan bom udara berpemandu dalam serangan tersebut. "Kota ini dihantam rudal balistik Korea Utara, Zircon, dan bom udara berpemandu. Ini adalah serangan keji, dirancang untuk menimbulkan kerusakan maksimal, khususnya pada infrastruktur sipil," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Menurut Zelensky, penggunaan beragam senjata tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak sedang mengurangi intensitas perang, melainkan mempersiapkan eskalasi lebih besar. "Setiap langkah yang diambil Rusia, meningkatkan produksi rudal balistik, mendatangkan peralatan Korea Utara, mempersiapkan mobilisasi (pasukan), semua ini menunjukkan Moskow tidak sedang mempersiapkan perdamaian, tapi eskalasi," tegasnya.

Selain Zaporizhzhia, enam orang lainnya tewas di wilayah Dnipro dan Donetsk. Serangan juga menyasar kota-kota garis depan seperti Kherson dan Kharkiv, menyebabkan pemadaman listrik. Sebuah rumah sakit khusus penyakit menular turut terkena rudal, sementara di Mykolaiv, serangan drone melukai seorang perempuan berusia 75 tahun.

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan dan kendaraan terbakar akibat hantaman rudal. Dampak serangan ini memperparah situasi Ukraina yang sudah kewalahan menghadapi serangan udara Rusia.

Zelensky juga memperingatkan bahwa dukungan Korea Utara terhadap Rusia semakin meningkat. Menurutnya, Pyongyang tidak hanya memasok rudal balistik dan peralatan militer, tetapi juga mengirim personel militer. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi Ukraina yang tengah berjuang mempertahankan wilayahnya.

Di tengah mandeknya upaya diplomasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dan perhatian Washington yang tersedot konflik dengan Iran, Ukraina menghadapi ancaman serangan baru. Kiev kini harus bertahan di tengah situasi pertahanan yang semakin berat, sementara Rusia terus mencari celah untuk melancarkan serangan dari udara.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags