Wall Street Menguat, Saham AI dan Data Inflasi AS Jadi Pendorong

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:18 WIB
Wall Street Menguat, Saham AI dan Data Inflasi AS Jadi Pendorong

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu (12/8), dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan berkat kinerja positif kuartalan dari CoreWeave dan perusahaan infrastruktur AI lainnya. Data inflasi yang moderat turut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada September.

S&P 500 naik 0,26 persen menjadi 7.748,50 poin, sementara Nasdaq menguat 0,54 persen ke level 26.588,49. Dow Jones Industrial Average justru melemah tipis 0,04 persen ke posisi 53.770,27. Sepanjang 2026, indeks acuan tersebut telah menguat sekitar 13 persen.

Harga konsumen AS hampir tidak berubah pada Juli karena harga bensin turun untuk bulan kedua berturut-turut. Inflasi inti tetap terkendali, meredakan kekhawatiran pasar akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

“Angkanya sesuai dengan perkiraan. Reaksi pasar sedikit positif karena sebelumnya pasar khawatir hasilnya akan lebih buruk dari yang terjadi. Pasar kini melihat bahwa The Fed tidak berada dalam posisi yang terdorong untuk menaikkan suku bunga,” ujar Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager di Dakota Wealth, Fairfield, Connecticut.

Saham CoreWeave melonjak 19 persen setelah perusahaan cloud berbasis AI tersebut menaikkan proyeksi belanja modal tahunan dan membukukan laba kuartal II di atas perkiraan analis. Operator pusat data juga ikut menguat: IREN naik hampir 10 persen, Applied Digital bertambah 4,9 persen, dan Nebius Group melonjak 34 persen setelah kinerja kuartal II melampaui ekspektasi.

Super Micro Computer melonjak 19 persen setelah produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street. Saham perusahaan chip juga kompak menguat, dengan Nvidia naik 3 persen dan Micron Technology bertambah 4,9 persen. Indeks PHLX Semiconductor menguat sekitar 2,5 persen, meski masih turun sekitar 15 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 22 Juni.

Delapan dari 11 sektor di S&P 500 ditutup di zona hijau. Sektor real estat memimpin dengan kenaikan 1,08 persen, disusul teknologi informasi yang naik 1,06 persen. Indeks Volatilitas Cboe, yang kerap disebut fear gauge, turun 0,8 poin ke 14,45, level terendah sejak Januari.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pedagang kini memperkirakan peluang 62 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Sebelum data inflasi Juli dirilis, ekspektasi pasar terbagi antara kemungkinan kenaikan dan tidak ada perubahan.

Di sisi lain, konflik antara AS dan Iran masih berlangsung fluktuatif. Seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada kemajuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni serta menentukan jangka waktu pelaksanaannya. Serangan terhadap kapal-kapal juga terus berlanjut.

Cava Group naik 14,2 persen setelah jaringan restoran tersebut membukukan penjualan dan laba inti kuartal II di atas ekspektasi Wall Street. Lumentum Holdings melonjak 13,6 persen setelah perusahaan produk fotonik tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi analis dan membukukan kinerja kuartal IV yang melampaui perkiraan.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan yang melemah dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 19 saham di level tertinggi baru dan dua saham di level terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 123 saham di level tertinggi baru dan 95 saham di level terendah baru. Volume perdagangan relatif rendah, dengan 15,5 miliar saham berpindah tangan, lebih kecil dari rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags