Gerhana matahari total mengubah siang hari menjadi gelap gulita di sebagian besar wilayah Spanyol, memicu decak kagum dan tepuk tangan dari para penonton yang berkumpul di taman-taman dan kota-kota. Fenomena langka ini, meski hanya berlangsung sekitar dua menit, berhasil memukau warga maupun wisatawan di sepanjang jalur yang membentang dari Galicia hingga pesisir Mediterania dan Kepulauan Balearic.
Saat cahaya perlahan meredup di Tarragona, pesisir Mediterania, kerumunan orang menyaksikan dengan hening yang khidmat. Semburat jingga khas sore hari berganti menjadi kegelapan yang hampir total, dan suasana berubah menjadi haru. "Luar biasa!" seru seorang wanita, diikuti tepuk tangan meriah dari orang-orang di sekitarnya.
Banyak yang sengaja datang dari berbagai penjuru Catalonia untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Antusiasme memang sudah melanda Spanyol sejak beberapa hari sebelumnya, karena ini adalah gerhana matahari total pertama di negara itu dalam lebih dari satu abad.
Laura Alarcon (53), seorang akuntan asal Tarragona, mengaku tak menyangka akan merasakan pengalaman sehebat itu. "Sangat mengasyikkan. Saya kira hasilnya tidak akan sebagus ini. Tapi suasananya, situasinya, cara mereka mempersiapkan segalanya... Saya sangat menyukainya!" katanya. "Dan kacamatanya juga berfungsi dengan baik!"
Tak jauh dari situ, Alejandro Cuesta (30), peneliti nanosains yang datang dari Barcelona bersama ibunya, tampak berusaha menahan haru. "Saya hampir menangis. Tubuh saya merinding. Sungguh indah," ujarnya.
Sekitar 500 kilometer ke arah barat, kota Lodoso juga diliputi kegembiraan serupa. Sorak-sorai membahana saat ratusan orang di lapangan yang terpanggang terik menengadah ke langit ketika kegelapan mulai turun. Namun, saat Bulan menutupi Matahari sepenuhnya, sorak-sorai berubah menjadi keheningan yang memukau. Semua mata tertuju pada korona matahari yang tampak memancar di balik bayangan.
"Saya merinding. Saya tidak menyangka akan melihat cahaya seperti itu," kata Marta Miguel Tobrar, ilustrator berusia 48 tahun yang datang bersama keluarganya dari Burgos.
Sebagian orang telah menunggu sepanjang sore di tengah cuaca panas dengan perlindungan minim dari payung. Yang lain, yang lebih siap, telah memasang teleskop mereka. Petunjuk dipasang dalam berbagai bahasa Prancis, Korea, Polandia, Jerman, dan Inggris untuk membantu mengatur kerumunan.
Saat gerhana sebagian dimulai, ketika Bulan mulai menutupi Matahari sekitar pukul 17.30 GMT, beberapa orang berseru "Wow!" karena takjub. Sekelompok wisatawan Korea Selatan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. Suasana begitu mengharukan, diabadikan oleh tak terhitung banyaknya ponsel yang diangkat tinggi-tinggi untuk memotret dan merekam momen istimewa tersebut.
Artikel Terkait
Gerhana Matahari Total Menyelimuti Islandia untuk Pertama Kalinya dalam 600 Tahun
Gerhana Matahari Total Sambangi Spanyol, Ribuan Wisatawan Berdatangan
Gerhana Matahari Total Pertama dalam Seabad Menyapa Spanyol
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia, Ini Penjelasan BMKG