Suasana di Pondok Kelapa, Duren Sawit, mendadak ricuh Jumat lalu. Lebih dari 55 anak dari empat sekolah berbeda dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis. Gejalanya beragam, mulai dari sakit perut, diare, hingga mual-mual yang membuat para orang tua panik.
Menanggapi insiden ini, Badan Gizi Nasional tak tinggal diam. Mereka langsung menyampaikan permintaan maaf. Tak cuma kata-kata, lembaga itu juga berjanji menanggung semua biaya pengobatan korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” jelas Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, pada Sabtu (4/4/2026).
“BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” tegasnya.
Langkah konkret pun diambil. Operasional dapur atau SPPG di Pondok Kelapa langsung dihentikan sementara. Menurut Nanik, tindakan ini bagian dari tanggung jawab dan upaya pengamanan. Soalnya, kondisi fasilitas di sana dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami suspend SPPG Pondok Kelapa untuk waktu tidak terbatas. Masalahnya, kondisi dapur termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah masih belum sesuai,” ujar Nanik.
Kronologi kejadiannya bermula Kamis sore. Saat itu, guru melaporkan sejumlah siswa mengeluh tidak enak badan. Mereka baru saja menghabiskan menu yang terlihat menggiurkan: spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, plus buah stroberi. Sayangnya, makanan itu justru berujung petaka sehari setelahnya.
Dugaan sementara, makanan yang disajikan sudah tidak segar lagi. Nanik menilai ada jeda waktu terlalu panjang antara proses masak dan saat makanan akhirnya dikonsumsi. Jeda itu berpotensi besar menurunkan kualitas pangan dan memicu masalah kesehatan.
Di sisi lain, BGN berjanji bakal memperketat pengawasan. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kasus serupa dan menjamin keamanan pangan dalam program MBG ke depannya.
Artikel Terkait
Ratu Sofya Bantah Kirim Somasi ke Ibu Kandung, Kuasa Hukum Sebut Surat Itu Pernyataan Sikap
Polisi: Pria di Bogor Tewaskan Wanita Usai Memeras Korban dengan Dalih Permintaan Maaf
AS dan Iran Capai Titik Temu soal Selat Hormuz dan Pemusnahan Uranium Tingkat Tinggi
Wamendagri Dorong Organisasi Kepemudaan Jadi Pemimpin Besar, Bukan Sekadar Pekerja Sosial