Usai meresmikan JPO Sarinah di Jakarta Pusat, Senin lalu, Gubernur Pramono Anung mengungkapkan sebuah tawaran yang sempat ia lontarkan. Ia ingin agar jembatan penyeberangan orang itu bisa terhubung langsung ke dalam gedung Sarinah. Sayangnya, rencana itu belum juga terealisasi sampai sekarang.
Alasannya? Soal status bangunan itu sendiri.
"Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke Sarinah," kata Pramono kepada para wartawan.
"Tetapi kan Sarinah ini, apa, heritage, cagar budaya. Mereka masih ingin mempertahankan itu," jelasnya.
Padahal, menurut sang Gubernur, koneksi langsung itu bakal memberi keuntungan ganda. Bayangkan saja, para pengguna Transjakarta yang turun di halte dekat situ bisa langsung masuk ke Sarinah tanpa harus keluar ke jalan lagi. Pasti lebih nyaman. Di sisi lain, laluan pengunjung ke gedung legendaris itu juga dipastikan akan bertambah.
"Sebab kalau ini bisa masuk di Sarinah, bagi Sarinah juga menguntungkan," ujarnya.
"Ini dilakukan seperti ini karena memang mereka masih belum bersedia untuk membuka diri," tambah Pramono.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Pencurian Motor di Tangsel Diringkus Warga Saat Berbuka Puasa
Kapolri Sorot Dampak Ekonomi dari Operasi Ketupat 2026
Metro TV Siarkan Program Ramadan dan Berita 24 Jam pada Selasa, 3 Maret 2026
Wakil Ketua MPR Peringatkan Ketegangan Selat Hormuz Ancam Stabilitas Harga Minyak Indonesia