Ibunda Korban Tuntut Keadilan di Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Prada Lucky
Sepriana Paulina Mirpey, ibu dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, tidak dapat menahan tangis saat menghadiri sidang perdana kasus pembunuhan anaknya di Pengadilan Militer III-15 Kupang, NTT, Senin (27/10). Sidang pertama dengan nomor perkara 40-K/PM.III-15/AD/X/2025 ini menghadirkan terdakwa Lettu Ahmad Faizal.
"Kau harus dipecat! Kau hilangkan nyawa anak saya," ucap Sepriana dengan penuh emosi saat terdakwa melintas di depan ruang sidang.
Meski mengaku lega proses hukum akhirnya dimulai setelah dua bulan menanti, ibu berduka ini berharap keadilan benar-benar ditegakkan. "Kami hanya ingin keadilan. Semoga para hakim dan oditur bisa mengungkap seluruh fakta dengan jujur," tegasnya.
Enam Saksi Diperiksa dalam Sidang Perdana
Sebanyak enam orang saksi dihadirkan dalam persidangan pertama kasus pembunuhan prajurit TNI ini. Empat di antaranya merupakan rekan seunit dari Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Waka Nga Mere, yaitu Prada Richad Bulan, Sertu Thomas Desambri Awi, Pratu Poncianus Alan Dadi, dan Pratu Yohanes Viani Ili.
Dua saksi lainnya adalah orang tua korban, Pelda Kristian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey, yang memberikan keterangan mengenai kronologi kematian putra mereka.
22 Tersangka Terlibat Kasus Kematian Prajurit TNI
Denpom IX/1 Kupang telah menetapkan 22 orang prajurit TNI Angkatan Darat sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Prada Lucky. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan perwira pertama berpangkat Letnan Satu (satu orang) dan Letnan Dua (dua orang).
Prada Lucky yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo, tewas diduga akibat tindakan penyiksaan oleh seniornya di dalam asrama batalyon. Ia meninggal dunia pada Rabu (6/8) setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di ICU RSUD Aeramo, Nagekeo. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Kupang oleh orang tuanya.
Artikel Terkait
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati