Kereta Panoramic KAI Cetak Rekor, Minat Wisata Kereta Api Melonjak 38,6%

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 01:25 WIB
Kereta Panoramic KAI Cetak Rekor, Minat Wisata Kereta Api Melonjak 38,6%

Minat masyarakat naik kereta api ternyata lagi naik daun. Salah satu yang paling dilirik? Kereta Panoramic.

Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan angka yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 150.176 orang yang sudah mencoba layanan Kereta Panoramic lewat KAI Wisata. Angka ini melonjak 38,6 persen dibanding tahun sebelumnya, yang 'hanya' mencatat 108.337 pengguna.

Puncaknya terjadi di penghujung tahun. Desember 2025 jadi bulan tersibuk, dengan 16.632 penumpang memadati gerbong-gerbong berpanorama itu. Itu sekaligus jadi rekor bulanan tertinggi sepanjang tahun.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, melihat tren ini bukan sekadar angka. Menurutnya, ini menandai pergeseran cara pandang.

"Perjalanan kereta api kini tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri,"

ujar Anne dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Lalu, rute mana saja yang sudah dilayani? Pilihannya cukup beragam sekarang. Ada KA Argo Wilis Panoramic (Surabaya Gubeng–Gambir PP), Turangga Panoramic (Bandung–Surabaya Gubeng PP), dan Parahyangan Panoramic (Gambir–Bandung PP).

Tak cuma itu. Masih ada KA Pangandaran Panoramic ke Banjar, Papandayan Panoramic menuju Garut, serta Mutiara Timur Panoramic yang melayani rute Surabaya Pasar Turi–Ketapang. Cukup lengkap untuk memulai petualangan.

Ke depannya, komitmen KAI tak berhenti di sini. Anne menegaskan pihaknya akan terus berbenah.

"Ke depan, KAI terus berkomitmen mengembangkan layanan perjalanan yang berorientasi pada customer experience, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat serta penguatan pariwisata nasional melalui moda transportasi kereta api,"

tandasnya.

Nampaknya, perjalanan dengan pemandangan indah dari balik kaca kereta ini masih akan panjang ceritanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar