Purbaya meyakinkan bahwa sentimen pasar takkan terganggu. Komitmen presiden terhadap perekonomian, katanya, tetap kuat dan sudah diwakili oleh para menteri serta kebijakan-kebijakan yang ada. "Komitmen Presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi amat kuat sejalan dengan kunjungannya ke Aceh. Jadi enggak apa-apa, kan alat-alatnya Presiden di sini semua," tambahnya.
Jadi, di mana presiden saat bel bursa dibunyikan? Ternyata, Prabowo sedang berada jauh di Provinsi Aceh. Agenda kerjanya padat: meninjau langsung progres pemulihan daerah pasca-bencana dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target. Fokusnya jelas: mengecek pembangunan hunian tetap dan penyaluran dana bantuan agar tepat sasaran. Ini adalah kerja nyata, dan bagi pemerintah, ini justru bentuk penguatan ekonomi yang dimulai dari akar rumput.
Di sisi lain, seremoni di BEI tetap berlangsung khidmat. Kehadiran Presiden diwakili oleh sederet nama penting: mulai dari Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga jajaran petinggi sektor keuangan lainnya. Pesannya satu: roda kebijakan pasar modal tetap berjalan maksimal. Pemerintah, meski dengan presiden yang berada di lokasi lain, tetap memegang kendali.
Jadi, ketidakhadiran fisik di satu tempat, bagi mereka, bukanlah sebuah kelalaian. Melainkan sebuah pilihan tentang di mana keberadaan lebih dibutuhkan.
Artikel Terkait
Guntur Romli Dukung Langkah Hukum Demokrat Soal Tudingan ke SBY
Mulai 2026, Buang Sampah Sembarangan di Kuala Lumpur Bisa Kena Denda Rp 8,4 Juta Plus Kerja Sosial
Sisa Pesta Bisa Berakibat Fatal, Dokter Singapura Ingatkan Cara Simpan Makanan yang Benar
Ledakan Ekspor Korsel Tembus Rp11.700 Triliun, Semikonduktor Jadi Bintangnya