Anggaran untuk belanja subsidi dan bantuan sosial pada APBN 2026 ternyata bakal naik cukup signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp950 triliun, angka itu melonjak ke level Rp1.300 triliun. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, pada Selasa lalu.
Menurutnya, dana sebesar itu merupakan belanja pemerintah pusat yang dialokasikan di berbagai kementerian dan lembaga. Intinya, uang tersebut memang dirancang untuk langsung menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
"Anggaran ini tidak dipakai untuk gaji ASN," tegas Suahasil.
Lalu untuk apa? Rupanya, fokusnya adalah pada program-program bantuan sosial yang langsung ke masyarakat. Beberapa di antaranya sudah cukup familiar, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako. Bansos lainnya juga akan mengalir langsung ke keluarga penerima manfaat.
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan
BRI dan Pegadaian Luncurkan Fitur Cicil Emas Mulai 0,5 Gram di BRImo