Wilayah pesisir timur Aceh pada tanggal 25 dan 26 Desember lalu pun berubah menjadi merah muda di peta prakiraan cuaca sebuah tanda bahwa kawasan itu dilanda hujan dengan intensitas yang sangat ekstrem.
Namun begitu, Aceh bukan satu-satunya. Daerah lain di Sumatra juga merasakan dampak serupa.
Menurut Abdul, pesisir barat Sumatra Utara juga mengalami hal yang kurang lebih sama. Bahkan Sumatra Barat pun tak luput, khususnya di daerah sepanjang pesisir baratnya, yang beberapa kali diguyur hujan ekstrem.
"Inilah kenapa untuk Aceh, daerah-daerah di pesisir timur ini adalah daerah-daerah yang paling parah dampaknya akibat Siklon Tropis Senyar ini," tegasnya.
Sebagai catatan, BMKG sendiri punya standar khusus. Jika curah hujan dalam satu hari melebihi 150 milimeter, itu sudah masuk kategori ekstrem. Dan yang terjadi di Aceh, jauh melampaui ambang batas itu.
Artikel Terkait
Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin
Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta