Banjir Landa 34 Desa di Grobogan, Ribuan Keluarga Terdampak

- Selasa, 17 Februari 2026 | 06:35 WIB
Banjir Landa 34 Desa di Grobogan, Ribuan Keluarga Terdampak

Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu malam hingga Senin pagi (16/2) akhirnya memicu banjir besar di Grobogan, Jawa Tengah. Tak cuma hujan, luapan air dari beberapa sungai utama di hulu turut memperparah keadaan. Akibatnya, 34 desa di sembilan kecamatan terendam.

Menurut Abdul Muhari dari BNPB, peristiwa ini berdampak pada ribuan keluarga. "Total sebanyak 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah dilaporkan rusak berat," jelasnya.

Data dari BPBD setempat menunjukkan skala kerusakan yang cukup luas. Di Kecamatan Kedungjati misalnya, tujuh desa kebanjiran akibat Sungai Tuntang meluap. Ketinggian air saat itu mencapai 20-40 sentimeter, merendam rumah-rumah warga. Untungnya, genangan di wilayah ini dilaporkan sudah surut.

Namun begitu, kerusakan infrastruktur ikut terjadi. Di Kecamatan Tegowanu, tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari disebut jebol. Begitu pula tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung. "Kondisi saat ini berangsur surut," tutur Abdul. Di kecamatan ini, banjir tak hanya menggenangi permukiman, tapi juga ratusan hektar sawah.

Wilayah lain juga tak luput. Di Kecamatan Karangrayung, misalnya, tanggul Sungai Jajar Baru jebol sepanjang 15 meter di dua dusun. Air pun langsung menerobos masuk ke pemukiman. Sementara di Kecamatan Toroh, dampaknya menyebar ke sembilan desa sekaligus.

Di sisi lain, aksi evakuasi mandiri terpaksa dilakukan warga. Seperti di Dusun Legundi, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon. Sekitar 30 orang mengungsi sendiri setelah Sungai Peganjing meluap setinggi setengah meter.

Sampai siang hari, situasi di beberapa titik masih belum pulih benar. Beberapa desa di Kecamatan Penawangan, contohnya, masih terendam. Meski secara umum air mulai menyurut, bekas kerusakan dan genangan masih terlihat jelas di sepanjang jalan desa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar