MURIANETWORK.COM - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan energi panas bumi. Sinergi ini difokuskan untuk mendukung transisi energi nasional melalui optimalisasi pembangkit eksisting dan percepatan proyek-proyek baru di wilayah Sulawesi dan Sumatera.
Kunjungan Lapangan Jadi Bukti Komitmen
Komitmen kolaborasi itu diwujudkan melalui kunjungan tim PLN ke area operasi PGE di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara. Pertemuan di lapangan ini menjadi forum untuk membahas langkah teknis, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit yang sudah beroperasi hingga persiapan pengembangan proyek greenfield dan brownfield.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata kemitraan kedua BUMN tersebut.
“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengingat PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi yang diproduksi oleh PGE,” jelas Andi Joko, Selasa (17/02/2026).
Fokus pada Proyek Strategis
Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah dokumen teknis proyek strategis menjadi bahan pembahasan mendalam. Poin-poin utama yang dibicarakan mencakup pengembangan PLTP Lahendong unit 7 dan 8, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu Unit I hingga IV, serta pengembangan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Sungai Penuh.
Andi Joko melanjutkan dengan memaparkan kontribusi nyata PLTP Lahendong, yang telah beroperasi sejak 2001. Pembangkit ini disebutnya sebagai salah satu penyangga utama sistem kelistrikan di kawasan itu.
“PLTP Lahendong yang mulai beroperasi pada 2001 telah menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan, menyuplai listrik untuk memenuhi hingga 24 persen kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Dukung Ketahanan Energi dan Target Net Zero
Lebih dari sekadar kerja sama bisnis, sinergi ini ditujukan untuk mendukung cita-cita energi nasional yang lebih besar. PGE berharap kemitraan yang solid dengan PLN dapat memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong akselerasi transisi energi bersih di Indonesia.
Harapan itu juga sejalan dengan komitmen global untuk menekan emisi karbon. Andi Joko menekankan peran panas bumi sebagai energi bersih dalam peta jalan menuju netralitas karbon.
“Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” tuturnya.
Kontribusi Nyata dalam Peta Energi Nasional
Data terbaru menunjukkan besarnya kontribusi PGE dalam ekosistem panas bumi nasional. Perusahaan saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, yang mencakup sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi terpasang di Indonesia. Pada tahun 2024, pembangkit listrik panas bumi PGE menghasilkan 4.827 gigawatt hour (GWh) listrik bersih, cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 2 juta rumah tangga di Tanah Air.
Artikel Terkait
Menko PMK Dorong Pemda Aktif Mutakhirkan Data Penerima Bantuan Iuran JKN
Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 2026
Banjir Landa 34 Desa di Grobogan, Ribuan Keluarga Terdampak
Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2%, Lampaui Pertumbuhan Nasional