MURIANETWORK.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK), Abdul Muhaimin Iskandar, mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dan responsif dalam memutakhirkan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bantuan sosial yang vital tersebut tepat sasaran, menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, dan menghindari pemborosan anggaran negara.
Pentingnya Peran Aktif Pemerintah Daerah
Dalam upaya penyempurnaan program JKN, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin menekankan bahwa pemutakhiran data bukanlah pekerjaan satu kali, melainkan proses berkelanjutan. Ia memandang peran kepala daerah dan kepala desa sebagai ujung tombak yang sangat menentukan. Mereka diharapkan dapat secara proaktif mendeteksi perubahan kondisi sosial-ekonomi warganya di lapangan.
Dengan pemutakhiran data yang dinamis, peserta yang kondisi ekonominya telah membaik dan dinilai tidak lagi memenuhi syarat dapat dialihkan kuotanya kepada warga lain yang lebih berhak. Mekanisme ini bertujuan menjaga keberlanjutan program dan keadilan dalam penyaluran bantuan.
Jaminan Pelayanan dan Jalur Pengaduan
Di sisi lain, Cak Imin juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap hak kesehatan masyarakat. Ia menyatakan bahwa rumah sakit tetap wajib memberikan pertolongan pertama dalam kondisi darurat atau katastropik, terlepas dari status kepesertaan seseorang. Koordinasi teknis untuk penanganan lebih lanjut akan dilakukan bersama Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan.
Bagi masyarakat yang merasa masih berhak menerima bantuan namun namanya terhapus dari daftar, pemerintah telah menyediakan beberapa jalur pengajuan sanggah. Cak Imin menjelaskan opsi yang tersedia bagi publik.
“Jadi amat sangat clear, bahwa masyarakat pun bisa melakukan updating detilnya melalui cek bansos melalui fitur pemutakhiran desil,” ungkapnya.
“Ini penting untuk kepala desa, untuk kepala daerah supaya betul-betul pro aktif mendeteksi warganya agar desil yang terus berubah dan dinamis ini menjadi amanat penting supaya tidak terjadi kesalahan,” lanjut Muhaimin.
Mendorong Akurasi Data dari Hulu
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya akurasi data sejak dari tingkat paling dasar. Perubahan status ekonomi keluarga yang terjadi di desa dan kelurahan harus segera tercatat agar proses pembaruan data di pusat dapat berjalan akurat. Tanpa sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, upaya mempertajam targeting bantuan sosial berisiko menemui kendala. Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa efektivitas program pemerintah sangat bergantung pada kualitas data dan ketelitian pelaksana di lapangan.
Artikel Terkait
BRI Group Raih Empat Penghargaan Keuangan Berkelanjutan di Ajang Internasional
Menhub Prediksi Banten Jadi Episentrum Mudik Lebaran 2026
Banten Siagakan Lima Titik Delaying System Antisipasi Kemacetan Mudik 2026
Presiden Prabowo Hadiri Sidang Perdana KTT Board of Peace di Washington DC