MURIANETWORK.COM - Menteri Luar Negeri Sugiono memulai serangkaian agenda diplomasi di New York, Amerika Serikat, sejak Senin (16/2/2026). Kunjungan kerja selama tiga hari itu difokuskan untuk menghadiri sidang penting Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah dan isu Palestina, sekaligus menjalin sejumlah pertemuan tingkat tinggi guna memperkuat peran Indonesia dalam upaya perdamaian global.
Komitmen di Forum Dewan Keamanan PBB
Inti dari kunjungan ini adalah kehadiran Menlu Sugiono dalam sidang Dewan Keamanan PBB bertema “The situation in the Middle East, including the Palestinian question” pada Selasa (17/2/2026). Sidang ini menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menyuarakan posisinya yang konsisten. Dalam forum tersebut, diplomasi Indonesia tidak hanya menekankan komitmen pada solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan, tetapi juga mendorong aksi nyata untuk rekonstruksi Gaza serta dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Partisipasi aktif Indonesia dalam Board of Peace juga akan diangkat, sebagai bukti konkret pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif di kancah internasional.
Pertemuan Bilateral dan Langkah Konkret
Di sela-sela kesibukan sidang, agenda Menlu Sugiono di New York padat dengan pertemuan bilateral yang bermakna. Beliau dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk berkoordinasi langsung dengan pimpinan tertinggi PBB.
Tak kalah penting, pertemuan dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB juga akan digelar. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan pembahasan mendalam mengenai langkah-langkah lanjutan yang lebih operasional dalam mendorong proses perdamaian.
“Pertemuan ini penting untuk menyelaraskan langkah dan mencari terobosan baru,” ungkap Menlu Sugiono mengenai agenda tersebut.
Memperluas Jejaring dan Kerja Sama
Diplomasi tidak hanya berfokus pada isu Palestina. Menlu Sugiono juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring dan undangan kerja sama. Dalam berbagai pertemuannya, beliau akan menyampaikan undangan resmi untuk menghadiri KTT Developing Eight (D-8) yang rencananya digelar di Jakarta pada April 2026.
Selain itu, rencana pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris, yang saat itu menjabat sebagai Presiden DK PBB untuk bulan Februari 2026, juga masuk dalam agenda. Pertemuan ini diharapkan dapat membahas berbagai isu genting yang menjadi perhatian Dewan Keamanan, memperlihatkan peran Indonesia sebagai mitra dialog yang konstruktif.
Serangkaian kegiatan ini menunjukkan bagaimana diplomasi Indonesia tidak berhenti pada pernyataan politik, tetapi terus bergerak aktif membangun dialog dan kerja sama nyata di berbagai tingkat untuk kontribusi perdamaian dunia.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis Saat Libur Imlek dan Awal Ramadan
Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadhan 1447 H Digelar Sore Ini
Polisi Amankan Delapan Juru Parkir di Tanah Abang Usai Tarif Rp100.000 Viral
Pasar Lhasa Ramai Jelang Perayaan Imlek dan Tahun Baru Tibet