MURIANETWORK.COM - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi Banten akan menjadi episentrum kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan masyarakat yang diperkirakan mencapai 11,17 juta orang, dengan titik tersibuk terkonsentrasi di simpul transportasi utama provinsi tersebut, terutama Pelabuhan Merak.
Fokus pada Pelabuhan Merak dan Bandara Soetta
Dalam paparannya, Menteri Dudy menyoroti dua titik krusial. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang secara administratif berada di Banten, diproyeksikan menjadi bandara favorit dengan pergerakan hingga 3,18 juta penumpang. Namun, beban terberat justru akan ditanggung oleh lintas penyeberangan Merak-Bakauheni.
"Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
Kesiapan Angkutan Laut dan Antisipasi Kemacetan
Menyikapi lonjakan penumpang ini, Kementerian Perhubungan telah menyiagakan 255 unit kapal penyeberangan. Armada tersebut memiliki kapasitas angkut gabungan untuk 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang akan disebar di 15 lintas berbeda.
Khusus untuk mendekati Pelabuhan Merak, telah disiapkan lima titik delaying system strategis. Titik-titik ini, yang tersebar di sepanjang ruas jalan menuju pelabuhan, berfungsi sebagai area penampungan sementara kendaraan untuk mencegah kemacetan total di pintu masuk kapal.
Artikel Terkait
Okupansi KAI Daop 1 Jakarta Capai 50% Selama Libur Panjang Wafat Yesus Kristus
Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Warga Israel Berlarian Cari Tempat Aman Saat Serangan Rudal Iran, Shelter Pejabat Tertutup
Libur Panjang Jumat Agung, 30 Ribu Penumpang Berangkat dari Stasiun Daop 1 Jakarta