Setiap minggunya anak-anak kecil melewati anak tangga ini untuk pergi kesekolah dengan 2-4 jam perjalanan.
Desa ini mulai terekspos setelah banyak foto unggahan anak-anak yang melewati tangga yang curam.
Maka, pada tahun 2016 desa ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat.
Kondisi tangga yang sebelumnya memprihatinkan kini diperbarui oleh pemerintah setempat dengan tangga baja.
Serta diberikan bantalan tepi pada tangga tersebut, sehingga lebih aman untuk penduduk yang melewati.
Pada tahun 2019, sekitar 100 ribu turis berkunjung ke desa ini.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Fee Rp8 Miliar dan Potongan Pajak Rp60 Miliar di Balik OTT KPP Jakarta Utara
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi