PDIP Santai Saja Menyikapi Klaim Kaesang Soal Kandang Gajah

- Minggu, 11 Januari 2026 | 07:25 WIB
PDIP Santai Saja Menyikapi Klaim Kaesang Soal Kandang Gajah

Di tengah riuh peta politik yang mulai digambar ulang jelang 2029, ada satu pernyataan yang cukup menyita perhatian. Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, dengan percaya diri menyebut partainya bakal menguasai Jawa Tengah wilayah yang ia sebut sebagai "kandang gajah". Klaim itu tentu saja menggelitik, terutama bagi partai yang selama ini dianggap kuat di sana: PDIP.

Lalu, bagaimana tanggapan PDIP? Ternyata, santai saja. Bahkan bisa dibilang, mereka tak mau ambil pusing.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyikapinya dengan nada tenang. Menurutnya, jalan menuju pemilu masih sangat panjang. Dinamika politik bisa berubah-ubah, dan pada akhirnya, penentu segalanya adalah rakyat.

“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,”

Ucap Hasto dalam jumpa pers di sela Rakernas I PDIP di Ancol, Sabtu malam lalu. Ia tampak tak ingin partainya terjebak dalam klaim-klaim jangka pendek yang hanya bersifat sensasi.

Alih-alih menanggapi, PDIP justru memilih fokus ke dalam. Momentum HUT ke-53 partai dimanfaatkan untuk konsolidasi menyeluruh. Mereka melakukan kritik dan otokritik, memperkuat basis ideologi, serta membenahi segala aspek organisasi. Bagi Hasto, itu jauh lebih penting ketimbang berdebat klaim.

“Seperti penanganan bencana. PDI Perjuangan bergerak maksimum, demi kemanusiaan, tanpa mempertimbangkan aspek-aspek mereka memilih siapa,” tegasnya.

Poinnya jelas: kehadiran nyata di tengah masyarakat adalah prioritas. Terutama saat rakyat menghadapi kesulitan, seperti bencana alam. Itulah yang mereka sebut sebagai "skala prioritas" saat ini bukan perang wacana.

Sebelumnya, Kaesang memang tampak optimis. Dalam Rakorwil DPW PSI Jawa Tengah di Solo awal Januari lalu, ia meminta seluruh kadernya solid. Targetnya jelas: menaikkan perolehan kursi dari 12 menjadi minimal 17 di Pemilu 2029.

“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,”

Seru Kaesang kala itu.

Jadi, sementara satu pihak bicara target dan ambisi, pihak lain memilih diam dan bekerja. Perjalanan politik memang masih lima tahun lagi. Masih cukup waktu untuk melihat, siapa yang benar-benar mampu meraih hati dan suara masyarakat Jawa Tengah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar