Pontianak - Upaya perbaikan fasilitas olahraga di Kalimantan Barat terus digenjot. Pemerintah provinsi, lewat Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), punya fokus besar: memaksimalkan sarana prasarana di Kawasan Gelora Khatulistiwa. Targetnya ganda, mendukung kenyamanan atlet berlatih sekaligus melayani masyarakat umum yang ingin berolahraga.
Namun begitu, anggaran daerah saja tak cukup. Itu sebabnya, di bawah pimpinan Windy Prihastari, Disporapar Kalbar juga mati-matian menggalang dukungan dari pemerintah pusat. Dua proyek yang sedang diperjuangkan adalah perbaikan Sintetik Track di Gor SSA Pontianak dan Mess Atlet SPOBNAS.
Upaya itu membuahkan langkah konkret. Belum lama ini, Windy Prihastari sendiri mendapat kesempatan presentasi langsung di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Jakarta. Ia memaparkan kondisi riil sarpras olahraga di Kalbar, dengan harapan bisa segera ditindaklanjuti.
“Terima kasih saya ucapkan kepada pihak KSP karena telah memberikan saya kesempatan untuk mempresentasikan langsung bagaimana kondisi sarpras di Kalbar,” kata Windy.
Ia menambahkan, dukungan pusat sangat krusial, khususnya untuk pengembangan atlet daerah.
Rupanya, undangan itu bukan datang tiba-tiba. Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan kerja Tenaga Ahli Utama KSP, Lindsey Afsari Puteri, ke Kalbar akhir November lalu. Saat itu, tim dari Jakarta meninjau langsung sejumlah lokasi. Windy mengaku pihak KSP merespons dengan cepat keluhan dari daerah.
Dalam presentasinya di Jakarta pada 3 Desember 2025, Windy menjabarkan panjang lebar upaya penataan Gelora Khatulistiwa. Kerja keras itu sudah dimulai sejak 2020, dengan satu misi: mengembalikan fungsi kawasan sebagai gelanggang olahraga yang sesungguhnya.
“Jadi, untuk memaksimalkan fungsi kawasan tersebut sebagai pusat olahraga, Pemprov melalui Disporapar bersama pihak terkait bersama-sama memulai pengembalian fungsi,” jelasnya.
Maksudnya, kawasan yang sebelumnya banyak dipakai untuk hal-hal komersil, kini dikembalikan lagi jadi tempat atlet dan masyarakat beraktivitas. Beberapa pembangunan baru juga digarap, seperti Lapangan Tembak dan GOR Terpadu A Yani yang berstandar internasional.
Di sisi lain, meski banyak kemajuan, masalah tetap ada. Windy mengakui masih ada beberapa venue olahraga yang kondisinya memprihatinkan. Kerusakan ini, jika dibiarkan, bisa menghambat program pembinaan atlet.
“Maka kita terus berupaya untuk meminta dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Perbaikan lintasan sintetik dan asrama atlet menjadi prioritas utama saat ini. Sebenarnya, inisiatif untuk melibatkan masyarakat juga sudah dicoba. Pada 2021 lalu, Windy mencetuskan Program Bloddar Khatulistiwa. Gerakan ini mengajak semua lapisan masyarakat turut serta mengelola dan merevitalisasi GOR tersebut.
Menurut sejumlah saksi, apresiasi untuk kerja keras Windy sudah datang dari pusat. Lindsey Afsari Puteri dari KSP sebelumnya menyebut ia mengapresiasi inisiatif Kadisporapar terkait nasib atlet SPOBNAS.
Awalnya, para atlet itu tinggal di asrama yang rusak dan tidak layak. Berkat langkah Windy, mereka kini bisa menempati Wisma Atlet di kawasan Gelora Khatulistiwa dengan fasilitas jauh lebih baik.
Kunjungan tim KSP ke Kalbar waktu itu cukup padat. Mereka meninjau Asrama Atlet PPLP, melihat dari dekat kerusakan lintasan sintetik, dan berkunjung ke GOR Terpadu. Pertemuan dengan atlet dan pelatih di Wisma Atlet pun jadi agenda penutup.
Kini, semua aspirasi yang terkumpul dari pejabat hingga pelatih dibawa Windy ke tingkat nasional. Ini bukan kali pertama ia berjuang. Upaya serupa juga pernah ia lakukan dengan mendatangi Kemenpora dan menyambut kunjungan Komisi X DPR RI ke Kalbar. Perjuangan untuk fasilitas olahraga yang layak tampaknya masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Permandian Lambiria di Gowa: Destinasi Wisata Alam dengan Kolam Bertingkat, Air Terjun, dan Tangga Seribu
Batu Pake Gojeng: Situs Megalitikum di Sinjai yang Padukan Sejarah, Panorama Alam, dan Mitos Lokal
Pemerintah Desa Mattoanging Bangun Jaringan Air Bersih 1 Km pada 2026
Tim Pengacara Nadiem Minta Lembaga Pengawas Awasi Sidang Korupsi Chromebook