Angka korban dari bencana yang melanda Sumatera terus bertambah, dan situasinya semakin suram. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja merilis update terbaru hingga Selasa sore (2/12). Tercatat, korban jiwa yang meninggal dunia kini mencapai 753 orang. Sementara itu, lebih dari 500 jiwa tepatnya 526 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Padahal, hanya dalam selang beberapa jam sebelumnya, angka kematian masih di 631 jiwa dengan 472 orang hilang. Peningkatan ini menunjukkan betapa beratnya situasi di lapangan.
Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang menghantam tiga provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh di akhir November lalu memang luar biasa dampaknya. Cuaca ekstrem akibat badai siklon Senyar disebut sebagai pemicu utamanya. Namun begitu, banyak yang menduga kerusakan lingkungan turut memperparah efek dari amukan alam ini.
Data terbaru dari BNPB menggambarkan skala tragedi yang sangat luas. Sekitar 3,3 juta jiwa terdampak, dengan 1,2 juta di antaranya terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Korban luka-luka yang membutuhkan perawatan juga tidak sedikit, mencapai 2.600 orang.
Kerusakan infrastruktur pun sangat masif. Ribuan rumah hancur dengan kategori berbeda-beda; mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat yang totalnya mencapai 9.400 unit. Fasilitas publik juga tak luput. Lebih dari 300 sekolah dan jembatan mengalami kerusakan, memutus akses dan menambah kompleksitas penanganan.
Artikel Terkait
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil
ICP Indonesia Terjun ke USD61,10, Dihantam Banjir Pasokan Global
Publik Soraki KPK Usai Yaqut Ditetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji
Di Balik Berita Demo Iran: Tangan Asing dan Propaganda yang Dikemas sebagai Fakta