Di tengah data statistik yang suram, upaya pencarian korban hilang terus digenjot. Tim SAR tak kenal lelah menyisir lokasi bencana. Kabar baiknya, sejumlah wilayah yang semula terisolasi kini mulai bisa diakses, membuka jalan bagi operasi penyelamatan yang lebih intensif.
Mereka bahkan mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk membantu. Kondisi lapangan yang penuh lumpur kering bercampur puing kayu membuat pencarian manual sangat sulit.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengakui tantangan itu di Gedung DPR, Senayan.
"Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri," ujarnya pada Selasa (2/12).
"Pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri, kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah (anjing) K9."
Jelas, perjuangan di Sumatera masih panjang. Dari evakuasi hingga pemulihan, jalan yang harus ditempuh masih berat sekali.
Artikel Terkait
SBY Sampaikan Dukungan Penuh dan Pertimbangan Strategis untuk Prabowo Atasi Konflik AS-Israel-Iran
Kapolri Apresiasi Sinergi Forkopimda Jabar, 168 Rumah Dibangun untuk Warga Kurang Mampu
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim