ASDP Proyeksikan Lonjakan 9,4% Penumpang Mudik Lebaran 2026, Siapkan Strategi Distribusi

- Kamis, 05 Maret 2026 | 01:00 WIB
ASDP Proyeksikan Lonjakan 9,4% Penumpang Mudik Lebaran 2026, Siapkan Strategi Distribusi

Arus mudik dan balik Lebaran tahun depan diprediksi bakal lebih padat lagi. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada periode 2026 nanti bakal mencapai 5,8 juta orang. Angka itu naik signifikan, sekitar 9,4 persen, dibanding periode sebelumnya.

Tak cuma penumpang, pergerakan kendaraan juga diperkirakan melonjak. ASDP menyebut angkanya bisa menembus 1,4 juta unit, atau naik 9,3 persen. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kontributor terbesar masih berasal dari dua ruas utama: Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Nah, untuk mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di pelabuhan-pelabuhan itu, sejumlah strategi telah disiapkan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa pembagian pelabuhan sudah dikoordinasikan dengan semua pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: mencegah penumpukan sejak dini.

"Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali," tegas Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).

Strategi intinya adalah distribusi berdasarkan golongan kendaraan. Ini agar arus tidak menumpuk di satu titik. Merujuk pada Surat Keputusan Bersama tertanggal 5 Februari 2026, aturannya cukup detail. Misalnya, untuk arus mudik tanggal 13–20 Maret 2026 di lintasan Merak–Bakauheni, penumpang pejalan kaki dan kendaraan besar tertentu tetap lewat Merak. Sementara kendaraan golongan I, II, III, dan beberapa lainnya dialihkan ke Ciwandan. Truk-truk besar malah diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone. Skema serupa, dengan penyesuaian, akan diterapkan saat arus balik nanti.

Di sisi lain, untuk lintasan Bali-Jawa, yakni Ketapang–Gilimanuk, prioritas diberikan pada penumpang dan kendaraan kecil selama periode puncak 13–29 Maret. Kendaraan barang dialihkan ke dermaga lain. Pihak berwenang juga menyiapkan trayek alternatif seperti Tanjung Wangi–Gilimas untuk menjaga distribusi logistik ke Nusa Tenggara Barat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar