Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 01:30 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran

Menjelang Lebaran tahun depan, pemerintah mengklaim stok pangan dan energi nasional dalam kondisi aman. Fokus mereka sekarang? Menjaga barang tetap tersedia di pasar dan harganya stabil, sehingga bisa dijangkau masyarakat luas. Itu poin utamanya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, menegaskan upaya pemerintah menjaga pasokan dan harga. Pernyataannya disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu lalu.

“Saya mengurusi pangan, bagaimana Lebaran itu ketersediaan terjaga dan harga tetap terjangkau,” kata Zulhas.

Lalu, apa langkah konkretnya? Zulhas menyebut dirinya aktif turun langsung ke daerah-daerah. Tujuannya, memastikan distribusi lancar dan siap melakukan intervensi jika harga melonjak.

“Saya juga sudah minta untuk keliling Indonesia, ke daerah-daerah, bertemu bupati dan wali kota agar menggelar bazar atau operasi pasar,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga didorong memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk intervensi. Subsidi transportasi atau harga bisa jadi opsi untuk meredam gejolak.

Di sisi lain, urusan energi tak kalah penting. Pemerintah lewat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan BBM dan LPG aman untuk menyambut Idulfitri. Pernyataan ini disampaikan usai rapat bersama Dewan Energi Nasional.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idulfitri, insyaallah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” tegas Bahlil.

Soal harga, ada kabar baik untuk BBM bersubsidi. Bahlil memastikan tidak akan ada kenaikan dalam waktu dekat, terlepas dari tekanan geopolitik Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia.

“Harga BBM bersubsidi saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan. Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” katanya.

Namun begitu, ceritanya agak berbeda untuk BBM non-subsidi. Jenis yang satu ini harganya akan tetap mengikuti mekanisme pasar, sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

Intinya, pemerintah berjanji koordinasi intensif antar kementerian akan terus berjalan hingga pasca-lebaran. Mereka ingin aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat berjalan lancar, tanpa gangguan soal pangan dan energi. Semoga saja.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar